Sunday, December 2, 2012

KESAKSIAN ROSABELLE BRYTTAN

Di saat anak pertamaku usia 1th 6 bulan (14 Maret 2008), anakku menderita Akut Limphoid Leaukimia dan ada pembesaran ginjal, lalu kami pun membawanya ke negri sebrang untuk kemotherapi. Mama aku ikut serta bersama kami karena saat itu aku juga sedang mengandung anak kedua.Keadaan anakku saat itu benar-benar kritis (seluruh tubuhnya sakit dan lemas serta perutnya besar) dokter mengharuskan masuk ICU room. Aku terus menerus menagis, lalu aku coba untuk melakukan doa Novena Salam Maria setiap hari berkali-kali.

Akhirnya Bunda Maria mendengar permohonanku, 2 minggu di ruang ICU anakku bisa melewati masa kritis, lalu dokter memperbolehkan anakku pindah ke ruang khusus kemotherapi. Tetapi Tuhan masih terus memberi cobaan kepada aku...suamiku bertanya kepadaku kalau uang simpanannya sudah habis, bolehkah mobil dan rumahku dijual untuk biaya pengobatan. Aku memperbolehkan untuk menjual harta yang aku punya.

Lalu aku pun melakukan doa Novena Salam Maria setiap hari, aku percaya Bunda Maria dan Tuhan mendengar permohonanku, aku memohon agar Tuhan menyembuhkan anak pertamaku, doaku : "aku rela dan iklas kehilangan yang aku punya, untuk kesembuhan anakku".

Lagi-lagi Bunda Maria dan Tuhan mendengar permohonanku, akhirnya kami mendapat bantuan dana dan penghasilan pabrik suamiku meningkat, rumah dan mobilku tidak jadi dijual. Anakku harus menjalani kemotherapi selama 2 th 6 bulan. Anak pertamaku baru menjalani kemotherapi 6 bulan,

Aku harus menjalani operasi caesar untuk melahirkan anak kedua di rumah sakit yang sama. Setelah aku melahirkan, mama pulang ke Indonesia, suamiku juga harus bekerja, anak keduaku diurus oleh mertuaku. Jadi aku hanya berdua dengan anak pertamaku yang sedang kemotherapi, mama tidak pernah mengunjungiku, suamiku cuma bisa 6 bulan sekali mengunjungi kami, aku tidak pernah melihat anak keduaku.

Aku setiap hari terus menerus melakukan doa Novena Salam Maria.Di bulan Juli 2009 di saat suamiku pergi bekerja, masuk pencuri ke dalam rumahku di Indonesia. Hilanglah 1 buah mobil milikku beserta surat BPKB nya. Aku tidak banyak bicara. Yang sudah hilang biarlah hilang, kalau ada rejeki lagi bisa beli kembali.Perkembangan kemotherapi anakku berjalan baik. Di saat aku menemani anakku kemohterapi tepatnya tanggal 4 Desember 2009 siang hari aku mendapat sms dari adikku yang bungsu kalau adik pertamaku mengalami kecelakaan dan sedang di rumah sakit (Indonesia). Dan tanggal 5 Desember 2009 aku pun di kabarin kalau adikku yang mengalami kecelakaan, meninggal dunia. Aku benar-benar terpukul...dan cuma bisa menangis karena aku tidak bisa melihat adikku yang meninggal untuk yang terakhir.

Sekarang (2012) anakku yang pertama sudah selesai menjalani kemotherapi dan sudah masuk sekolah, tetapi kami masih di negri sebrang belum bisa untuk menetap di Indonesia, karena anakku masih harus melakukan check up 3 bulan sekali. Anak keduaku juga bersama kami, jadi kami bertiga di rumah. Tetapi anak keduaku tidak mau dekat denganku.Aku mengakui Keadilan dan Kuasa Tuhan. Bunda Maria dan Tuhan selalu mendengar permohonan umat yang benar-benar percaya kepada Mereka.

Kejadian di bulan Juli dan Desember 2009 serta ketidak dekatnya anak keduaku. Itu semua merupakan kejadian atas permintaan doaku di tahun 2008 di saat anak pertamaku kritis. Tuhan memberi kesembuhan anak pertamaku dan Tuhan juga mengabulkan doaku di tahun 2008 (doaku saat itu : kalau aku rela dan iklas kehilangan yang aku punya untuk kesembuhan anakku).

Jadi sekarang aku sudah tidak ada mobil kesayanganku, aku kehilangan adik kesayanganku serta aku juga kehilangan sayang dari anak keduaku (anak keduaku tidak menyayangiku). Tetapi Tuhan memberikan kesehatan, kesembuhan serta kepinteran kepada anak pertamaku.Terima kasih ya Tuhan serta Bunda Maria karena Engkau selalu bersama aku dan anakku....Amin.

Seperti yg dituliskan lewat email kepada kami. Gbu

Selamat menjalani musim Adven 2012


  1. "TETESAN AIR MATA SANG KOSTER
    DI MINGGU PERTAMA ADVENT"


    Mungkin karena si koster lupa sesuatu maka ia masih berjalan ke arah lemari kecil di pinggir altar untuk mengambilnya sementara saya sudah berada di belakang altar untuk memulai Eka
    risti tadi pagi. Tiba-tiba sang pembawa acara yang kebetulan menjabat sebagai penanggung jawab di kapel kecil itu dengan reaksi keras menegur si koster. Si koster pun dengan wajah pucat dan malu kembali ke tempatnya sementara saya sendiri walaupun mengetahui kejadian kecil itu tapi berbuat seolah-olah tidak tahu menahu tentang itu agar perayaan Misa dapat berlangsung dengan khusyuk. Namun akibat teguran dan reaksi keras itu, air mata si koster terus mengalir selama misa berlangsung

    Setelah misa aku masih melayani lagi seorang nenek yang akan berusia 90 tahun pada lusa nanti di kamar pengakuan. Setelah itu aku hendak bergegas meninggalkan kapel kecil itu, namun melihat lagi si koster yang sementara mengembalikan kursi-kursi pada tempatnya sementara air matanya terus mengalir karena rasa malu yang ditanggungnya, ditegur secara kasar di hadapan umat dan imam pada saat misa.

    Aku lalu menghampirinya, memegang bahunya dan membisikkan beberapa kata penghiburan kepadanya; "Anakku, engkau boleh meneteskan air mata karena pengalaman itu, tapi kadang kita harus mengalami sesuatu yang mungkin menyakitkan agar iman kita pun bertumbuh." Ia mendengarnya namun tak bisa menahan tetesan air mata yang terus mengalir membasahi bumi tempat kami berdua berpijak.

    Tiba-tiba ada sebuah kursi kecil terletak di dekat tempat kami berdiri. Aku lalu mengatakan kepadanya; "Lihatlah apa yang akan kuperbuat....Aku pura-pura berjalan menuju kursi itu dan menabraknya....Sentuhan itu membuatku menjerit. Ia lalu bertanya; Father, tidak apa-apa kan? Kujawabnya: "Iya...tidak koq...walaupun ada sedikit rasa sakit pada lututku karena tabrakan itu. Untuk kedua kalinya aku berjalan menuju kursi itu, tapi tidak menabraknya, melainkan melompatinya dan mendarat di sisi yang lain sambil menampakan rasa gembira karena lompatan itu. Ia pun tertawa terbahak-bahak melihat tingka lakuku yang sedikit aneh di pagi tadi.

    Ia lalu menghampiriku dan berkata; Father, terima kasih..Sekarang aku mengerti alasan father menjerit ketika menabrak kursi dan kegembiraan yang father tunjukkan ketika berhasil melompatinya. Terima kasih atas pelajarannya...Aku akan menghapus air mataku dan takan membiarkan hinaan ini merenggut kebahagiaanku untuk melayani Tuhanku di rumah-Nya ini.

    Senyum indahnya pun terlihat di wajahnya. Aku pun membalasanya, lalu pamit kembali ke tempat kostku dengan angkot pagi di kota Manila.

    Pesannya; "Manusia seperti koster adalah orang-orang kecil, yang tentunya tidak membutuhkan penghormatan dan penghargaan yang tinggi ketika menjalankan tugas mereka untuk membersihkan gereja dan mempersiapkan peralatan misa atau ibadat. Bagi mereka, ini adalah kesempatan untuk melayani Tuhan dan sesama mereka. Namun, mereka juga adalah manusia yang membutuhkan sebuah senyum darimu, seuntai kata lembut dan penghargaan yang pantas untuk pelayanan mereka." Ingatlah bahwa Tuhan pun menangis ketika engkau membuat mereka meneteskan air mata. Satu hal yang kuyakini adalah mereka melayani Tuhan maka Tuhan pun takan pernah meninggalkan mereka."


    Goresan hati seorang sahabat untuk para sahabatnya,

    ***Duc in Altum***

Saturday, December 1, 2012

Kesaksian sdri Laurencia Fenny by email

Natal yang terindah

Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan""WaktuNya tidak pernah terlambat"Kami menikah pada tahun 2008 dan memutuskan untuk tidak hamil pada beberapa bulan kedepan karena hendak menikmati indahnya perkawinan. Setelah selang 4 bulan, kami putuskan bahwa kehidupan kami nampaknya sepi tanpa kehadiran canda tawa seorang anak. Lalu kami berusaha agar dapat hamil. Setelah setahun menikah ternyata belum kunjung hamil juga, kami pikir "ah..masih setahun, mungkin belum saatnya".

Seiring waktu berjalan, ternyata kehidupan perkawinan kami telah memasuki tahun kedua dan kamipun mulai bingung. Kami memeriksakan diri ke dokter A dan suami saya dinyatakan sehat dari hasil pemeriksaan. Sel telur saya diobservasi, dan pada saat dokter menyatakan bahwa apabila sel telur tidak diketemukan maka saya divonis PCO. Saya berdoa Novena 9 hari berturut-turut di gua Maria sambil memegang janjiNya bahwa tidak ada yang mustahil bagiNya dan sungguh ajaib, pada saat saya kembali ke dokter, ditemukan 1 sel telur yang bagus lalu saya disuntik untuk memecahkan sel telur sambil menunggu tanda-tanda positif

Ternyata belum berhasil. Kami berobat kurang lebih 4 bulan lalu kami putuskan untuk tidak kembali lagi dan menjalani hidup lebih santai. Pada tahun 2011, kerinduan saya untuk menjadi seorang ibu kembali muncul, setiap melihat bayi yang lucu, saya menangis dalam hati memohon kepada Tuhan agar sayapun juga dapat menggendong darah daging saya sendiri. Tidak diduga, saudara sepupu dari sepupu saya yang tidak saya kenal memberi kami bubuk milk grotto dari Bethlehem. Lalu kami berdua mulai berdoa rosario, novena mohon keturunan, novena tiga kali Salam Maria, dan doa milk grotto. Dalam doa saya, saya amini bahwa saya akan menutup tahun 2011 dengan mengandung. Suami saya sempat menegur agar saya tidak menuntut Tuhan dan pasrah saja kapan mau diberi olehNya tetapi saya tetap imani dalam doa, bagiNya tidak ada mustahil.

Bulan Oktober 2011, kami kembali memeriksakan diri ke dokter senior, hasil suami saya kurang bagus, dan saya diminta untuk psikoterapi di RS selama 20x dengan cara memanasi bagian indung telur selama 15 menit. Selang 8 hari saya mens, lalu setelah mens selesai, dokter meminta saya untuk langsung ditiup, saya ketakutan karena kata orang ditiup itu sakit. Saya minta ke dokter untuk psikoterapi ulang saja dulu setelah kami berlibur untuk merayakan ulang tahun perkawinan kami. Saya berdoa lebih giat lagi, bernazar serta berziarah ke Gua Maria Kerep. Pada pertengahan bulan Desember 2011 iman saya mulai goyah, kenapa belum ada tanda-tanda kalau saya hamil lalu saya sibukkan pikiran dan tenaga dengan aksi bakti sosial Natal, saya ikut angkat-angkat beras, kardus mie, kardus minyak 2 liter, kardus gula 1 kilo, dsb.Beberapa hari kemudian, saya iseng untuk tes kehamilan walaupun sebenarnya saya sudah agak trauma karena hasil selalu negatif.

Ternyata hasilnya adalah positif, saya teriak memanggil suami saya dan diapun langsung kebingungan membaca hasil sambil merasa senang. Kami putuskan untuk tes kembali keesokan harinya dan hasilnya tetap positif. Besoknya lagi kami periksa ke dokter dan hasilnya saya mengandung 2 minggu, saya menangis terharu bersyukur pada saat pulang ke rumah, sungguh indah mujizatNya menjelang kelahiranNya dan Tuhanpun menjaga kandungan saya sehingga tetap kuat padahal saya sangat capai pada saat baksos. JanjiNya tidak pernah terlambat, bagiNya 3 tahun 1 bulan adalah waktu yang pas bagi kami untuk dipercaya sebagai orang tua.Proses kehamilan sayapun sungguh indah, saya hanya pernah merasakan muntah kurang dari 10x dalam 2 bulan pertama. Nafsu makan saya justru meningkat, kehamilan saya termasuk yang sehat.

Saya kembali berdoa agar dapat menjalani persalinan normal, tidak merasakan sakit, dan tidak takut. Jujur saja, saya paling tidak tahan dengan rasa sakit. Saya juga selalu mendapat nubuat dari seorang pendoa untuk tidak perlu takut, tidak perlu kwatir, Tuhan sudah siapkan segalanya, bahkan segala biaya sudah dicukupkan dan hal tersebut membuat iman saya semakin kuat. Pada waktu perkiraan, perut saya belum turun, kepala bayi masih jauh dari pintu keluar. Saya diminta banyak jalan dan nungging. Ternyata setelah seminggu berlalu, pada hari Jumat kondisi masih tetap sama dan dokter memutuskan untuk diinduksi di RS pada hari Senin. Saya ketakutan lagi dan lebih giat lagi berdoa.

Mujizatnya begitu nyata, hari Minggu pagi saya merasa ada air sedikit keluar seperti tidak bisa menahan pipis. Ketiga kalinya saya ganti celana, saat itu masih pukul 5.30 pagi, saya bangunkan suami dan minta untuk diantar ke RS, saya sangat santai bahkan saya masih meminta ibu untuk dibuatkan nasi goreng karena sangat lapar. Ibu saya uda teriak-teriak meminta saya untuk cepat ke RS. Sesampai di RS, tepat darah keluar dan suster berkata bahwa saya sudah bukaan 1. Kami menunggu hingga pukul 11 dan bukaan tetap tidak bertambah tetapi rasa sakit sudah muncul setiap 2 menit.

Lalu dokter menyatakan bahwa bila pukul 3 belum ada penambahan bukaan maka harus di operasi karena ketuban saya sudah pecah dari pagi. Pada pukul 3 dokter menyatakan harus dioperasi segera. Memang sudah jalanNya, dokter bius datang dalam waktu 15 menit dan semuanya begitu lancar, saya tidak merasakan sakit atau takut sedikitpun. Ternyata kata dokter bayi kami terlilit oleh tali pusar dan air ketubannyapun sudah hijau. Sungguh ajaib bagiNya, pukul 3.55 putri kami lahir dengan sehat dan selamat. Seluruh biayapun sudah disediakan olehNya. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan dan Bunda Maria.... Janji dan waktuNya tidak akan pernah terlambat, dan tidak ada mustahil bagiNya. Semoga kesaksian ini dapat memberi kekuatan bagi pasangan-pasangan yang masih belum diberi momongan. Amin.

Anda punya pengalaman rohani yg indah silahkan tulis setengah halaman a4 ke bundamaria2009@yahoo.com, sertakan foto jika ada juga jgn lupa beri judul. Gbu

Friday, November 30, 2012

Draf Buku Cenderamata UTK-20, 2013


Sejenak untuk direnungkan:

"BERANIKAH AKU UNTUK DISALIBKAN?"


YESUS....tersalib pada palang secara dengan kepala di atas sambil merentangkan tangan.

St. Petrus...tersalib dengan kepala di bawah karena merasa tidak layak disalibkan seperti Sang Gurunya, Yesus.

St. Andreas....disalibkan dengan cara kaki dan tanganya membentuk huruf X

Lalu, bagaimana dengan Anda?
Dalam dan dengan bentuk apakah engkau ingin disalibkan?

Ingat....
Yesus tidak minta Anda untuk mati,
melainkan hidup untuk-Nya dan untuk sesamamu.
Yesus tidak minta Anda untuk disalibkan pada palang penghinaan,
tapi pada palang kehidupan;
disalibkan karena cinta, kebenaran, keadilan, kejujuran dan pengampunan.

Tentukanlah bentuk caranya Anda disalibkan dan hidupilah,
karena dengan memikul salibmu engkau akan merasakan derita salib Kristus, dan dengan menghidupinya engkau akan ikut serta dalam kemenangan-Nya.


Goresan hati seorang sahabat untuk para sahabatnya,

***Duc in Altum***

Paroki St. Valentine Beaufort

IMAN BERDASARKAN PERIBADI YESUS

Lawatan pastoral oleh Bapa Uskup Datuk Cornelius Piong kepada umat di St. Valentine Beaufort merupakan peristiwa yang tidak dapat dilupakan terutamanya bagi umat di Gereja KUK St. Boniface, Bt. 60 Beaufort. Lawatan pada 8 September 2012 (Sabtu) tersebut adalah juga sempena merayakan peristiwa 3 dalam 1 iaitu pemberkatan bangunan Gereja St. Boniface, penerimaan Sakramen Krisma kepada seramai 46 orang calon serta perayaan Ulangtahun Keuskupan ke-19 peringkat Paroki St. Valentine Beaufort.

Berjarakkan 4 batu dari pekan dengan keadaan jalan yang becak dan dalam proses penaiktarafan itu sesekali tidak menghalang umat dari KUK lain di sekitar paroki tersebut datang ke Misa Ekaristi untuk perayaan 3 dalam 1 itu.
Bersempena Pesta Kelahiran Bonda Maria yang jatuh pada tarikh tersebut juga, Bapa Uskup menyatakan bahawa kelahiran Bonda Maria di dunia adalah sangat penting kerana melaluinya rencana penyelamatan Tuhan dapat dilaksanakan. Beliau menambah bahawa penyertaan Bonda Maria kepada umat memang nyata sehingga timbulnya peristiwa-peristiwa dan tempat-tempat suci dimana beliau memperlihatkan dirinya dengan berpesan kepada umat untuk bertobat dan berdoa.
“Sebab itulah devosi kita terhadap Bonda Maria harus sentiasa kita ingat dan amalkan” pesannya.

Sebagai mempersiapkan para calon Krisma, beliau berkata, “saya berharap kamu menyedari apa maksud menerima Sakramen Penguatan ini” tegasnya dalam khutbah. Beliau menjelaskan bahawa dengan menerima sakramen tersebut kita akan menerima Penolong (lih. Yoh. 14:26) yang membantu untuk hidup bersatu dan setia kepada Yesus dan kehendakNya. Roh Kudus juga mengajar kita mengalami kehadiran Tuhan dan merenung pesan atau mesejNya melalui semua peristiwa hidup yang dialami. Selain daripada itu, ia mengingatkan ajaran Tuhan dalam setiap keadaan terutama dalam menghadapi pelbagai godaan dan membolehkan kita untuk tidak tunduk kepada hasutan iblis (lih. 2Tim.1:6-7).
“Tapi kalau Roh Kudus itu kita tidak sedari dan peduli, maka ia pun tidak dapat bertindak” tegasnya sambil membangkitkan isu cabaran-cabaran iman masa kini yang dihadapi oleh umat tanpa mengira usia. Isu menukar agama dengan mengejar pelbagai ganjaran duniawi itu dengan tegasnya Bapa Uskup berkata “akibatnya mungkin tidak dirasa di dunia ini tetapi di akhirat bagaimana?”

Beliau turut mengingatkan pesan tersebut kepada para belia yang masih jauh perjalanan hidup sambil berkata “ingatlah bahawa iman kita ini bukan setakat di dunia sahaja tetapi sampai di akhirat kerana iman kita adalah bersifat relasi peribadi dengan Yesus.”
Menyentuh tentang tema Pastoral, beliau menjelaskan perlunya mengamalkan kesatuan dengan Yesus, berakar umbi dalam Dia, dibangun di atas Dia supaya iman menjadi mantap dan kuat. Sambil mengajak semua mengambil kesempatan untuk memperbaharui komitmen sebagai pengikut-pengikut Kristus, beliau menerangkan bahawa Pembaptisan tidak menjamin untuk masuk syurga tetapi hanyalah pintu masuk dan sesudah itu kita perlu berjalan bersama Yesus dan sesama iman kita untuk menyahut panggilan hidup dalam kekudusan.
“Kita datang dari Tuhan dan kembali kepada Tuhan” katannya yang seterusnya mengajak umat mengarahkan fokus kepada rumah Bapa di Syurga sungguhpun menyedari kelemahan dan selalu jatuh dalam godaan.

Selanjutnya sesi ucapan yang dilaksanakan sejurus selepas misa perutusan.
Menerusi ucapan Pengerusi Pelaksana perayaan UTK-19 dan pemberkatan bangunan gereja, Sdra. Beduin Tingkor, beliau berkata bahawa perayaan tersebut terlaksana melalui semangat kesatuan bersama. Mengongsikan pengalaman beliau pada mulanya apabila dilantik menjadi pengerusi perayaan tersebut berkata bahawa berat hati untuk menerima tanggungjawab itu kerana merasa tidak mampu melaksanakannya. Beliau turut menyatakan rasa terharunya kepada semua dan kepada para belia kerana berusaha keras membantu dalam gotong-royong untuk persiapan tersebut.
“Rupanya tugas saya sebagai seorang pengerusi pelaksana itu tidaklah berat sangat sebab bantuan daripada saudara-saudari sekalian” katanya dengan lega. Beliau turut mengucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat menjayakan perayaan tersebut serta kepada para penderma. Pesannya kepada umat seiman agar dengan terbinanya bangunan gereja baru tersebut maka umat didorong untuk mengambil masa datang kepada Tuhan setiap minggu dan bukannya mencari masa.

“Saya harap gereja yang baru ini adalah memperlihatkan iman kamu. Semakin besar gereja itu maka semakin kukuh dan besar iman kamu” kata Fr. Gilbert dalam ucapannya selaku paderi paroki di tempat itu. Beliau dengan penuh syukur berterima kasih kepada Tuhan kerana semangatnya menyahuti cabaran untuk merealisasikan penaiktarafan bangunan gereja di paroki tersebut. Beliau turut mengucapkan terima kasih kepada semua penderma terutama sekali kepada seorang penderma yang amat bermurah hati membiayai sepenuhnya perbelanjaan pembinaan bangunan gereja tersebut. Ditujukannya juga kepada para krismawan dan krismawati dengan menjemput mereka masuk ke dalam badan-badan pelayanan dalam Gereja kerana keperluan-keperluan pelayanan yang memerlukan sokongan dan bantuan mereka. Beliau seterusnya mengumumkan UTK-20 peringkat Paroki Beaufort pada tahun depan dituanrumahkan oleh KUK St. Joseph Labui.

Dalam sesi ucapan Bapa Uskup pula, beliau pertama-tama mengucapkan syabas kepada para krismawan dan krismawati dan berpesan agar menggunakan kuasa Roh Kudus dalam hidup setiap hari serta mengingatkan mereka agar tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada para katekis pembimbing yang membantu mereka disepanjang persiapan tersebut. Menyetujui pesan Fr. Gilbert sambil memberitahu harapannya agar besar gereja maka besar jugalah iman. “Tetapi itu tidak otamatik” tambahnya lagi dan menjelaskan bahawa yang penting adalah membangunkan semangat gereja yang ada dalam komuniti melalui KKD, KUK dan keluarga kerana apabila relasi peribadi dengan Yesus dibangun, Dia menjadi asas iman yang juga sumber kekuatan dan keinginan untuk datang ke gereja walaupun gereja telah usang. Para krismawan dan krismawati juga diingatkan oleh Bapa Uskup akan pesan Sri Paus agar iman berdasarkan peribadi Yesus kerana ia menjadi pendorong untuk membangun iman secara konsisten. 3 perkara diperingatkannya melalui doa Yesus kepada Allah Bapa untuk umatNya yang juga adalah harapan Bapa Uskup kepada umat di Bt. 60 iaitu kesatuan, dilindungi daripada si jahat, hidup dalam kekudusan.

Perayaan dilanjutkan di dewan gereja dengan pelbagai acara menarik yang dipersembahkan daripada setiap KUK dan KKD. Acara dewan bersurai sekitar 4.30 petang.


Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
(Mat 4:19-20)

Mengapa para pemuda ini (Andreas, Petrus, Yohanes dan Yakobus) sampai rela meninggalkan kehidupan mereka dan mengikuti Yesus. Nyata sekali sosok Yesus memiliki kharisma luar biasa yang mampu menggerakkan mereka, bahkan miliaran manusia hingga saat ini untuk mengikuti Dia.

Kebenaran itu bukan sesuatu tetapi Dia yakni Yesus Kristus Putra Allah yang hidup. Sosok Yesus itulah Kabar Gembira, Injil yang hidup. Apa yang Yesus katakan dan perbuat, sebagian dicatat dalam Kitab Injil. Tetapi masih banyak yang tidak tercatat seperti sikapNya, perasaanNya, tindak-tandukNya dan juga kharismaNya. Semuanya itu bagian dari diri Yesus dan merupakan juga Injil.

Sebuah ajaran Gereja, Yesus adalah Gambaran kelihatan dari Allah yang tidak kelihatan.

"Pada mulanya Allah, yang bukan badan, bukan juga rupa, tidak dapat dilukiskan sama sekali melalui gambar. Tetapi sekarang, setelah ia kelihatan dalam daging dan hidup, bersama manusia, saya dapat membuat satu gambar dari apa yang saya lihat dari Allah. Kita memandang kemuliaan Tuhan dengan wajah tak terselubung" (Yohanes dari Damaskus)

Mari kita renungkan, apa yang anda lihat dari sosok Yesus, hingga mau mengikuti Dia?

salam.
Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
(Mat 4:19-20)

Mengapa para pemuda ini (Andreas, Petrus, Yohanes dan Yakobus) sampai rela meninggalkan kehidupan mereka dan mengikuti Yesus. Nyata sekali sosok Yesus memiliki kharisma luar biasa yang mampu menggerakkan mereka, bahkan miliaran manusia hingga saat ini untuk mengikuti Dia.

Kebenaran itu bukan sesuatu tetapi Dia yakni Yesus Kristus Putra Allah yang hidup. Sosok Yesus itulah Kabar Gembira, Injil yang hidup. Apa yang Yesus katakan dan perbuat, sebagian dicatat dalam Kitab Injil. Tetapi masih banyak yang tidak tercatat seperti sikapNya, perasaanNya, tindak-tandukNya dan juga kharismaNya. Semuanya itu bagian dari diri Yesus dan merupakan juga Injil.

Sebuah ajaran Gereja, Yesus adalah Gambaran kelihatan dari Allah yang tidak kelihatan.

"Pada mulanya Allah, yang bukan badan, bukan juga rupa, tidak dapat dilukiskan sama sekali melalui gambar. Tetapi sekarang, setelah ia kelihatan dalam daging dan hidup, bersama manusia, saya dapat membuat satu gambar dari apa yang saya lihat dari Allah. Kita memandang kemuliaan Tuhan dengan wajah tak terselubung" (Yohanes dari Damaskus)

Mari kita renungkan, apa yang anda lihat dari sosok Yesus, hingga mau mengikuti Dia?

salam.