Sunday, February 10, 2013

Badai Hidup

Apa yang akan terjadi dalam hidup manusia tidak pernah ada yang tahu, orang tidak tahu kalau akan terjadi gempa atau badai dalam dirinya karena semua itu kadang diluar nalar manusia.

Beberapa saat yang lalu, kita disibukan dengan banyak kabar tentang gempa dan bencana dan saat ini keadaan lebih baik dan lebit tenang dengan belum terdengar adanya gempa. Semua orang akan menjadi "ngeri" karena gempa itu karena gempa telah meluluh lantakkan kehidupan mereka termasuk keadaan sekitar mereka. Tapi apa yang terjadi setelah gempa.

Gempa bisa mengubah segalanya, dari gempa solidartas muncul, keperpihakan hadir dan semangat juang tumbuh. Setelah gempa, orang keluar dari zona nyaman keadaanya ke zona yang tidak pasti karena hidup harus terus berjuang membangun diri setelah gempa terjadi. Setelah gempa ada yang cepat bangun untuk membangun tapi ada juga yang terlelap dalam mimpi buruknya dan terperosok lebih dalam di sana. Yang pasti setelah kehancuran itu ada banyak yang lebih baik daripada sebelumnya.

"Allah kadang memang menghancurkan dunia seseorang untuk memberikan dunia baru yang lebih baik".

Sama seperti gempa bumi demikianlah juga terjadi gempa dalam hidup seseorang. Bagi orang beriman Gempa ini dipandang berasal dari rencana Allah untuk kehidupan seseorang. Jika orang hidup dalam ketidak syukuran mereka akan menyalahkan keadaan dan Allah serta tidak menyadari kalau dunia baru sedang dimulai sejak gempa itu terjadi.

Saya pernah mengalami gempa dan badai hebat dalam hidup ini yang meluluhlantakkan hidup saya hingga tinggal puing-puing tidak berarti. Tapi setelah gempa itu, saya menemukan jalan baru yang lebih indah setelah jalan sebelum gempa itu karena jalan itu saya bangun bersama Ia yang mengijinkan gempa itu terjadi. Puing-puing itu kembali saya susun menjadi bangunan yang berbeda dari bangunan sebelumnya dengan cara pandang yang berbeda pula.

Pertama aneh tapi lama kelaman terasa lebih indah bahkan mengagumkan terutama bagi saya dan bagi mereka yang melihat keberadaannya setelah terjadi gempa kehidupan ini.
Maka saya selalu yakin kalau setelah tikungan selalu akan ada jalan lain yang lebih indah dalam kehidupan seseorang.

Setelah badai dan gempa kehidupan selalu akan ada hal terindah dalam hidup. Banyak orang telah mengalaminya, setelah jatun, ditingalkan, berani bangkit dan akhirnya tampil lebih percaya diri dan mempesona banyak orang yang melihatnya.

Maka jangan pernah patah semangat dan pupus harapan setelah ada gempa menghajar hidup Anda, yakinlah diri kalau akan ada keindahan baru karena hidup masih bisa ditata dan dibangun dengan lebih leluasa dari awal kehidupan setelah gempa atau badai itu. Sambutlah hari dengan semangat dan keyakinan baru walaupun gempa baru menghantam hidupi dan lihatlah, "Allah menghancurkan duniamu saat ini dan Ia akan menggantikannya dengan dunia baru yang lebih indah dan lebih menawan hati".

Salam dalam syukur, salam dalam cinta, salam dalam keberanian untuk bangkitdan bangun mendirikan rumah kehidpanbaru dengan lebih indah bersama Tuhan setelah gempa dan badai hidup terjadi. Salam dalam pembaharuan dan pembangunan hidup setelah gempa atau badai.

"Lihatlah, Allah sedang merenda hidupmu menjadi kain yang indah serta sedang membangun dirimu menjadi istana yang indah setelah hidupmu dihancurkan oleh badai dunia ini. Sungguh dalam Allah selalu ada pembaharuan dan cinta untuk membangun hidup kita".

"Allah tidak jahat dengan badai itu, tapi Ia sedang menata hidup kita".

Salam dalam cinta membangun dunia baru setelah badai hidup.

Ash Wednesday

Thursday, February 7, 2013

Kudengar rintihan-Nya: "Mengapa engkau menjual-KU?"


Orang-orang Kristen dulu (terutaman santo dan santa) meninggalkan kekayaan mereka (membagikan kepada orang miskin) lalu mengikuti Yesus karena percaya akan sabda-Nya hari ini: "Tidak boleh bawa uang, bekal dan dua helai baju." Kebenaran dibalik sabda-Nya ini adalah "JANGAN TAKUT, kawan karena segalanya akan Kusiapkan untukmu ketika AKU memilihmu untuk menjadi utusan-KU."

Dewasa ini, ada saja orang Kristen, yang karena uang dan harta rela meninggalkan Yesus. Namun perlu untuk direnungkan yang satu ini: "Adalah sangat memprihatinkan ketika ada saja yang meninggalkan Yesus demi harta, jabatan atau kedudukan, bahkan demi orang yang dicintainya. Akan tetapi, adalah sebuah kekejian bila "menjual nama Yesus dan Kabar Gembira-Nya" untuk mendapatkan kekayaan dan kepentingan pribadimu (Kelompok orang ini menamakan diri Kristen bahkan sebagai pemimpin umat tapi menjual Yesus kepada saudara-saudarinya demi mendapatkan kekayaan pribadi).

Kareka itu, pesanku: "Milikilah Yesus di dalam hatimu, maka engkau akan selalu mempunyai segalanya untuk dapat berbagi kepada sesamamu." Yesus adalah harta rohani jiwamu. Suatu kelak engkau akan meninggalkan segala hartamu, tapi dengan dan bersama Yesuslah engkau akan sampai kepada Bapa, karena sesungguhnya Ia pernah bersabda: "AKULAH JALAN, KEBENARAN DAN KEHIDUPAN."


Goresan hati seorang sahabat untuk para sahabatnya,

***Duc in Altum***
Sejenak Bijak:

"MENGAPA ENGKAU MENJUALKU?"

Kudengar rintihan-Nya: "Mengapa engkau menjual-KU?"


Orang-orang Kristen dulu (terutaman santo dan santa) meninggalkan kekayaan mereka (membagikan kepada orang miskin) lalu mengikuti Yesus karena percaya akan sabda-Nya hari ini: "Tidak boleh bawa uang, bekal dan dua helai baju." Kebenaran dibalik sabda-Nya ini adalah "JANGAN TAKUT, kawan karena segalanya akan Kusiapkan untukmu ketika AKU memilihmu untuk menjadi utusan-KU."

Dewasa ini, ada saja orang Kristen, yang karena uang dan harta rela meninggalkan Yesus. Namun perlu untuk direnungkan yang satu ini: "Adalah sangat memprihatinkan ketika ada saja yang meninggalkan Yesus demi harta, jabatan atau kedudukan, bahkan demi orang yang dicintainya. Akan tetapi, adalah sebuah kekejian bila "menjual nama Yesus dan Kabar Gembira-Nya" untuk mendapatkan kekayaan dan kepentingan pribadimu (Kelompok orang ini menamakan diri Kristen bahkan sebagai pemimpin umat tapi menjual Yesus kepada saudara-saudarinya demi mendapatkan kekayaan pribadi).

Kareka itu, pesanku: "Milikilah Yesus di dalam hatimu, maka engkau akan selalu mempunyai segalanya untuk dapat berbagi kepada sesamamu." Yesus adalah harta rohani jiwamu. Suatu kelak engkau akan meninggalkan segala hartamu, tapi dengan dan bersama Yesuslah engkau akan sampai kepada Bapa, karena sesungguhnya Ia pernah bersabda: "AKULAH JALAN, KEBENARAN DAN KEHIDUPAN."


Goresan hati seorang sahabat untuk para sahabatnya,

***Duc in Altum***

Tuesday, January 29, 2013

Saudara-saudari seiman, kini ‘kontroversi’ hubungan antara Yesus dengan saudara-saudaraNya ditampilkan. Ketika orang banyak memberitahu Yesus bahwa ibu dan saudara-saudara-Nya ada di luar, Yesus memberi jawaban yang mencengangkan: “Siapakah ibu-Ku dan siapakah saudara-saudara-Ku?” (ay 32) “Inilah ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku!” (ay 34-35). Wow…apakah Yesus akan menjadi anak durhaka dengan tidak mengakui ibunya sendiri? Apakah Dia malu memper-ibu-kan Maria? Sama sekali TIDAK! Bukan itu maksud Yesus.

Dalam Kitab Suci, nama orang sering diimbuhi dengan nama daerah asalnya, apalagi jika nama itu dipakai banyak orang, misalnya: Simon dari Kirene, Maria dari Magdala, Simon dari Arimatea, Simon orang Zelot dan lain-lain. Yesus juga beberapa kali disebut dengan nama daerah-Nya, Nazareth. Tetapi pada masa selanjutnya, khususnya setelah terjun ke masyarakat, Yesus lebih dikenal sebagai Kristus (dari bahasa Yunani: Chistos, artinya yang diurapi), Mesias, Seorang yang diutus Bapa.

Yesus dikenal bukan lagi hanya secara phisik-genealogi, tetapi juga secara spiritual dengan melihat sisi keilahian-Nya. Pernyatan-Nya bahwa ‘saudara-saudara dan ibu-Nya’ bukan mereka yang melahirkan-Nya secara jasmani melainkan mereka yang melakukan kehendak Allah, adalah suatu penegasan tentang posisi Maria dalam hidup-Nya. Maria adalah ibu yang melahirkan-Nya tetapi bukan pemilik-Nya. Yesus memberikan pemahaman yang benar bagi orang-orang di sekitar-Nya bahwa Dia bukan hanya manusia biasa yang kelihatan secara fisik, melainkan Putera Bapa-Mesias. Pembaptisan di Sungai Yordan sangat terang memproklamirkan itu: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan” (Luk 3:22).

Kita, orang yang telah menerima pembaptisan juga telah memiliki garis keturunan rohani. Garis keturunan marga atau klan kita disempurnakan dengan ‘marga’ yang baru yakni: Kristen (pengikut Kristus). Persaudara kita bukan lagi persaudaraan darah (genealogi) tetapi persaudaraan air baptisan. Saya menyapa Anda sebagai saudara-saudaraku dan bapa-ibuku bukan karena Anda dan aku lahir dari ibu yang sama secara phisik, tetapi semata-mata karena kita semarga dalam baptisan. Ternyata persekutuan karena air lebih merekat dibanding darah. Baptisan lebih mengikat persekutuan kita daripada darah yang mengikat kekeluargaan. Kita semua pasti mengalami perbedaan ini. Hubungan batin kita satu sama lain terasa lebih erat, walaupun kita tidak pernah berjumpa, hanya karena kita sama-sama berdoa dengan tanda salib.

Satu contoh konkret kuatnya kesatuan dan kekeluargaan kita adalah, ketika Admin page Gereja Katolik mempublikasikan satu photo gereja stasi yang reot di pedalaman yang butuh dana untuk membangun, dalam waktu beberapa hari saja, begitu banyak bantuan yang masuk ke rekening yang disediakan Admin GK. Padahal kita tidak saling mengenal atau pernah berjumpa satu sama lain. Kita hanya merasakan suatu ikatan batin karena baptisan-satu iman dalam Kristus. Kita telah menjadi saudara sepenanggungan hanya karena baptisan yang sama. Ketika satu gereja atau disegel di suatu tempat yang jauh dari kita, perasaan yang muncul adalah miris dan kasihan, karena mereka adalah Saudara kita. Walau kita tidak mengenal mereka secara langsung tetapi kita merasa bahwa mereka adalah bagian dari kita. Kita menjadi saudara kandung dalam Kristus. Semoga kesatuan ini tetapi lestari dan abadi. Mari saling mendukung dalam iman, kasih dan pengharapan. Amen

Sunday, January 27, 2013

  • Bunda Maria

    Ave Maria, gratia plena, Dominus tecum, benedicta tu in mulieribus, et benedictus fructus ventris tui Iesus. Sancta Maria mater Dei, ora pro nobis peccatoribus, nunc, et in hora mortis nostrae. Amen

Sumber Gambar : Ignatius Press 
 ”Penderitaan tanpa cinta adalah penderitaan atau neraka. Penderitaan dengan cinta adalah pengorbanan. Cinta tidak memiliki kekuatan untuk membunuh penderitaan atau memusnahkannya, tapi cinta memiliki kekuatan untuk mengurangi penderitaan”—Fulton Sheen, dari buku “Life is Worth Living”
“Allah tidak memanggilku untuk menjadi sukses, melainkan Ia memanggilku untuk menjadi taat” – Beata Teresa dari Calcuta
“Kenyataannya, hanya ada satu Misa, satu Liturgi Ekaristi yang abadi, dan ini terjadi di surga selamanya… Kita tidak sekedar menghadiri Misa, kita bergabung dengan semua penghuni surga dan bumi dalam merayakan Liturgi yang abadi” – Vinny Flyn, dari Buku “7 Secrets of Eucharist”
“Manusia macam apa yg tidak akan menangis melihat Ibu Kristus dlm penderitaan sekejam itu? Putranya terluka…dan kita, pengecut, menjauh, menolak kehendak Allah. Ibuku dan Bundaku, ajarilah aku utk menjawab ‘ya’, spt engkau, yg akan membuat aku menyatukan diriku dg Yesus yg berkata kpd Bapa-Nya: non mea voluntas..(luk 22:24): bukan kehendak-Ku namun kehendak-Mu yg terjadi.” – St Josemaria Escriva; Jalan Salib; hal 33
“Bahkan sekarang ini Allah meminta kita untuk menjadi “penjaga” bagi saudara dan saudari kita (Kej 4:9) untuk membuat sebuah hubungan yang berdasarkan [sikap] saling memperhatikan satu sama lain” – Paus Benediktus XVI
“Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahanNya, kesabaranNya dan kelapangan hatiNya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.” – St. Paulus (Roma 2:4-5)
“Selanjutnya ketika temanmu bertanya “Dimanakah Allah?”, demi rasa cinta terhadap semua hal yang kudus, jangan menjelaskan kepadanya bahwa Allah berada di dalam hatimu, atau bahwa Allah berada di luar, di hari yang cerah. Ajaklah temanmu dalam adorasi, suruhlah ia duduk, dan tunjukklah kepada Ekaristi dan katakan “Itulah Ia”" – Marc Banres, Blogger Katolik di Amerika

Monday, January 21, 2013

Kisah Lelaki Sejati

Aku bertanya pada Bunda, bagaimana memilih lelaki sejati? Bunda menjawab, Nak...

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang
disekitarnya....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa ...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yang memuja, tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan...

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca kitab suci, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca...

Tuhan memberkati