Thursday, December 27, 2012
KISAH SANG JENDRAL DAN PENGEMBALA BEBEK
Seorang jenderal panglima perang beserta sisa pasukannya baru saja
kembali dari medan pertempuran. Mereka terlihat sangat kelelahan dan
nampak sebagian dari mereka terluka. Perjalanan mereka terhenti di
sebuah sungai dan mereka pun beristirahat sejenak melepas lelah sambil
mengobati prajurit yang terluka. Saat perjalanan akan dilanjutkan mereka
harus menyeberangi sungai itu, air sungai nampak tenang dan membuat
sang jenderal mencari-cari lokasi yang dianggapnya tepat untuk
menyeberang.
Tak jauh dari tempat itu nampak seorang pengembala
bebek, dan sang jenderal bertanya "Hey penggembala bebek, kami harus
menyeberang sungai ini, tunjukkan disebelah mana tempat yang aman untuk
kami menyeberangi sungai ini?" Si penggembala bebek tergopoh-gopoh
berlari mendekati sang jenderal dan segera menunjukkan arah tak jauh
dari tempatnya berdiri dimana bebek-bebeknya berada.
Sang jenderal segera menginstruksikan beberapa prajuritnya untuk
menaiki kuda masing-masing dan masuk ke sungai ditempat yang ditunjukkan
oleh si penggemabal bebek. Namun apa dinyana sesampai ditengah sungai,
kuda yang berada di barisan paling depan terperosok dan penunggangnya
terjatuh hingga nyaris hanyut terbawa arus sebelum akhirnya tertolong
oleh rekan-rekan prajurit lainnya.
Sang jenderal sangat marah
dan segera memerintahkan para prajuritnya menangkap si penggembala bebek
dan bersiap untuk memenggal kepalanya. "Hey anak muda, sungguh berani
sekali kamu menyesatkan kami, hampir saja prajuritku mati gara-gara
kamu" si penggembala bebek menangis ketakutan seraya memohon ampun,
katanya terbata-bata "Ampun.. ampun.. Tuan.. sungguh saya tidak
bermaksud mencelakakan Tuan" Sang jenderal makin geram dan berteriak
"Kamu lihat sendiri, arah yang kamu tunjukkan adalah salah, sungai
disana sangat dalam dan seekor kuda telah mati gara-gara kamu!"
"Ampun.. Tuan, ampun.. bukankah tadi di tempat itu bebek-bebek saya berenang dengan aman?"
Kali ini sang jenderal tertegun, sejenak berpikir lalu tersadarkan
bahwa dirinya telah salah bertanya kepada orang yang tidak tepat. Serta
merta dia memerintahkan prajuritnya untuk membebaskan si penggembala
bebek itu.
RENUNGAN
Bila ingin berhasil bertanyalah kepada
mereka yang telah berhasil melaluinya bukan bertanya kepada mereka yang
hanya melihat orang-orang yang telah berhasil
Sunday, December 23, 2012
Surat Natal Paus Benediktus XVI Waktu Kecil Kepada Bayi Yesus
Surat tua yang baru-baru ini ditemukan dari Joseph Ratzinger kecil
kepada Bayi Yesus mengungkapkan keinginan Sang Paus kala berusia 7 tahun
untuk menjadi seorang imam dan juga mengungkapkan devosinya kepada Hati
Kudus.
Dear Baby Jesus,
Quickly come down to earth. You will bring joy to children. Also
bring me joy. I would like a Volks-Schott, green clothing for Mass and a
heart of Jesus. I will always be good.
Greetings from Joseph Ratzinger
Terjemahan:
Bayi Yesus Yang Terkasih,
Bersegeralah turun ke bumi. Engkau akan membawakan sukacita kepada
anak-anak. Juga membawakanku sukacita. Aku akan menyukai Volks-Schott,
pakaian hijau untuk Misa dan sebuah hati Yesus. Aku akan selalu jadi
baik.
Salam dari Joseph Ratzinger.
Catholic News Agency memberikan penjelasan singkat mengenai permintaan Natal Ratzinger kecil:
Hal pertama yang Paus inginkan adalah sebuah Schott, salah satu dari
buku doa pertama dengan teks Misa dalam bahasa Jerman dan teks paralel
dalam bahasa Latin. Pada waktu itu, terdapat dua edisi di Jerman, satu
untuk orang dewasa dan satu untuk anak-anak.
Joseph Ratzinger dan Georg Ratzinger Pada Saat Merayakan Misa Perdana Mereka
Ratzinger kecil juga meminta “pakaian hijau untuk Misa”. Paus dan
saudara-saudarinya terbiasa bermain “permainan imam”, dan ibu mereka,
seorang penjahit, membantu mereka dengan membuatkan pakaian yang sama
dengan yang dipakai oleh para imam. Info ini berdasarkan wawancara
Inside The Vatican dengan saudara Paus, Mgr. Georg Ratzinger, beberapa
tahun lalu.
Ratzinger kecil juga meminta hati Yesus, merujuk
kepada sebuah gambar Hati Kudus di mana keluarganya memiliki devosi
mendalam kepada Hati Kudus.
Permintaan ini, menurut korazym.org
yang mempublikasikan surat tersebut, merupakan permintaan yang tidak
biasa untuk seorang anak kecil berusia 7 tahun yang umumnya meminta
mainan atau permen yang mana mainan dan permen tersebut selalu ada untuk
ketiga saudaranya kala Natal.
Surat tua ini ditemukan selama
renovasi sebuah rumah yang menjadi tempat tinggal Paus Benediktus XVI
kala Beliau masih menjadi seorang professor di Regensburg, dan surat ini
dipublikasikan pada tanggal 18 Desember yang lalu. Surat ini disimpan
oleh saudari Paus, Mary, setelah rumah Paus tersebut dialihkan menjadi
sebuah museum kecil yang didedikasikan kepada Paus.
“Paus
sangat senang menemukan surat [tersebut] dan isinya membuat Beliau
tersenyum,” kata sekretaris Paus, Monsinyur Georg Gaenswein.
Pax et Bonum
Surat Natal Paus Benediktus XVI Waktu Kecil Kepada Bayi Yesus
Surat tua yang baru-baru ini ditemukan dari Joseph Ratzinger kecil kepada Bayi Yesus mengungkapkan keinginan Sang Paus kala berusia 7 tahun untuk menjadi seorang imam dan juga mengungkapkan devosinya kepada Hati Kudus.
Dear Baby Jesus,
Quickly come down to earth. You will bring joy to children. Also bring me joy. I would like a Volks-Schott, green clothing for Mass and a heart of Jesus. I will always be good.
Greetings from Joseph Ratzinger
Terjemahan:
Bayi Yesus Yang Terkasih,
Bersegeralah turun ke bumi. Engkau akan membawakan sukacita kepada anak-anak. Juga membawakanku sukacita. Aku akan menyukai Volks-Schott, pakaian hijau untuk Misa dan sebuah hati Yesus. Aku akan selalu jadi baik.
Salam dari Joseph Ratzinger.
Catholic News Agency memberikan penjelasan singkat mengenai permintaan Natal Ratzinger kecil:
Hal pertama yang Paus inginkan adalah sebuah Schott, salah satu dari buku doa pertama dengan teks Misa dalam bahasa Jerman dan teks paralel dalam bahasa Latin. Pada waktu itu, terdapat dua edisi di Jerman, satu untuk orang dewasa dan satu untuk anak-anak.
Joseph Ratzinger dan Georg Ratzinger Pada Saat Merayakan Misa Perdana Mereka
Ratzinger kecil juga meminta “pakaian hijau untuk Misa”. Paus dan saudara-saudarinya terbiasa bermain “permainan imam”, dan ibu mereka, seorang penjahit, membantu mereka dengan membuatkan pakaian yang sama dengan yang dipakai oleh para imam. Info ini berdasarkan wawancara Inside The Vatican dengan saudara Paus, Mgr. Georg Ratzinger, beberapa tahun lalu.
Ratzinger kecil juga meminta hati Yesus, merujuk kepada sebuah gambar Hati Kudus di mana keluarganya memiliki devosi mendalam kepada Hati Kudus.
Permintaan ini, menurut korazym.org yang mempublikasikan surat tersebut, merupakan permintaan yang tidak biasa untuk seorang anak kecil berusia 7 tahun yang umumnya meminta mainan atau permen yang mana mainan dan permen tersebut selalu ada untuk ketiga saudaranya kala Natal.
Surat tua ini ditemukan selama renovasi sebuah rumah yang menjadi tempat tinggal Paus Benediktus XVI kala Beliau masih menjadi seorang professor di Regensburg, dan surat ini dipublikasikan pada tanggal 18 Desember yang lalu. Surat ini disimpan oleh saudari Paus, Mary, setelah rumah Paus tersebut dialihkan menjadi sebuah museum kecil yang didedikasikan kepada Paus.
“Paus sangat senang menemukan surat [tersebut] dan isinya membuat Beliau tersenyum,” kata sekretaris Paus, Monsinyur Georg Gaenswein.
Pax et Bonum
Surat tua yang baru-baru ini ditemukan dari Joseph Ratzinger kecil kepada Bayi Yesus mengungkapkan keinginan Sang Paus kala berusia 7 tahun untuk menjadi seorang imam dan juga mengungkapkan devosinya kepada Hati Kudus.
Dear Baby Jesus,
Quickly come down to earth. You will bring joy to children. Also bring me joy. I would like a Volks-Schott, green clothing for Mass and a heart of Jesus. I will always be good.
Greetings from Joseph Ratzinger
Terjemahan:
Bayi Yesus Yang Terkasih,
Bersegeralah turun ke bumi. Engkau akan membawakan sukacita kepada anak-anak. Juga membawakanku sukacita. Aku akan menyukai Volks-Schott, pakaian hijau untuk Misa dan sebuah hati Yesus. Aku akan selalu jadi baik.
Salam dari Joseph Ratzinger.
Catholic News Agency memberikan penjelasan singkat mengenai permintaan Natal Ratzinger kecil:
Hal pertama yang Paus inginkan adalah sebuah Schott, salah satu dari buku doa pertama dengan teks Misa dalam bahasa Jerman dan teks paralel dalam bahasa Latin. Pada waktu itu, terdapat dua edisi di Jerman, satu untuk orang dewasa dan satu untuk anak-anak.
Joseph Ratzinger dan Georg Ratzinger Pada Saat Merayakan Misa Perdana Mereka
Ratzinger kecil juga meminta “pakaian hijau untuk Misa”. Paus dan saudara-saudarinya terbiasa bermain “permainan imam”, dan ibu mereka, seorang penjahit, membantu mereka dengan membuatkan pakaian yang sama dengan yang dipakai oleh para imam. Info ini berdasarkan wawancara Inside The Vatican dengan saudara Paus, Mgr. Georg Ratzinger, beberapa tahun lalu.
Ratzinger kecil juga meminta hati Yesus, merujuk kepada sebuah gambar Hati Kudus di mana keluarganya memiliki devosi mendalam kepada Hati Kudus.
Permintaan ini, menurut korazym.org yang mempublikasikan surat tersebut, merupakan permintaan yang tidak biasa untuk seorang anak kecil berusia 7 tahun yang umumnya meminta mainan atau permen yang mana mainan dan permen tersebut selalu ada untuk ketiga saudaranya kala Natal.
Surat tua ini ditemukan selama renovasi sebuah rumah yang menjadi tempat tinggal Paus Benediktus XVI kala Beliau masih menjadi seorang professor di Regensburg, dan surat ini dipublikasikan pada tanggal 18 Desember yang lalu. Surat ini disimpan oleh saudari Paus, Mary, setelah rumah Paus tersebut dialihkan menjadi sebuah museum kecil yang didedikasikan kepada Paus.
“Paus sangat senang menemukan surat [tersebut] dan isinya membuat Beliau tersenyum,” kata sekretaris Paus, Monsinyur Georg Gaenswein.
Pax et Bonum
Friday, December 21, 2012
Doa Fransiskus, putra Pietro Bernardone, seorang pengusaha bahan pakaian kenamaan di Assisi (Italia), pada akhir abad ke 12:
Tuhan, jadikanlah kami alat-alat perdamaian-Mu
Biarlah kami mengasihi di mana ada kebencian;
Memaafkan di mana ada dendam;
Mempersatukan di mana ada perpecahan;
Menimbulkan pengharapan di mana ada keputus-asaan;
Memberi iman di mana ada kebimbangan;
Membawa terang di mana ada kegelapan;
Memberi kegembiraan di mana ada kesedihan;
Biarlah kami jangan mencari
Untuk dihibur, melainkan menghibur;
Untuk dipahami, melainkan memahami;
Untuk dicintai, melainkan mencintai;
Sebab DI DALAM MEMBERI KAMI MENERIMA,
Di dalam mengampuni, kami diampuni;
Di dalam kematian, kami dilahirkan dalam hidup yang sejati;
Di dalam Putera-Mu yang diberkati,
Yesus Kristus, Tuhan kami. Amen.
Demikianlah, pada tahun 1209, Sto Fransiskus mendirikan Ordo Fratrum
Minorum (Perkumpulan Saudara-saudara Yang Hina-Dina), yang kini dikenal
dengan nama Ordo Fransiskan.
=========
*"Beati pauperes spiritu."--"Berbahagialah mereka yang rendah hati."
[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada Keselamatan. De Imitatione Christi, II, 2, 2]
*Kalimat ini diambil dari Kitab Suci Perjanjian Baru Injil Matius 3:5. yang lebih dikenal sebagai Khotbah di atas bukit.
**Keterangan Gambar:
Atlet ice skating dunia Korsel dan pemenang medali emas Olimpiade 2010,
seorang puteri Gereja Katolik, mari kita panggil dia dengan nama Yuna
Kim, sesaat setelah baptisannya.
Merupakan tradisi yang amat
mulia, perempuan mengenakan penutup rambut seperti yang dilakukan Yuna
Kim,m pada saat perayaan misa Ekaristi walau pun tidak menjadi suatu
kewajiban.
Di Korea Selatan dan di beberapa negara dengan
tradisi Katolik yang tua sampai pada saat ini, sebagian besar perempuan
masih mengenakan mantila saat menghadiri misa.
Doa Fransiskus, putra Pietro Bernardone, seorang pengusaha bahan pakaian kenamaan di Assisi (Italia), pada akhir abad ke 12:
Tuhan, jadikanlah kami alat-alat perdamaian-Mu
Biarlah kami mengasihi di mana ada kebencian;
Memaafkan di mana ada dendam;
Mempersatukan di mana ada perpecahan;
Menimbulkan pengharapan di mana ada keputus-asaan;
Memberi iman di mana ada kebimbangan;
Membawa terang di mana ada kegelapan;
Memberi kegembiraan di mana ada kesedihan;
Biarlah kami jangan mencari
Untuk dihibur, melainkan menghibur;
Untuk dipahami, melainkan memahami;
Untuk dicintai, melainkan mencintai;
Sebab DI DALAM MEMBERI KAMI MENERIMA,
Di dalam mengampuni, kami diampuni;
Di dalam kematian, kami dilahirkan dalam hidup yang sejati;
Di dalam Putera-Mu yang diberkati,
Yesus Kristus, Tuhan kami. Amen.
Demikianlah, pada tahun 1209, Sto Fransiskus mendirikan Ordo Fratrum Minorum (Perkumpulan Saudara-saudara Yang Hina-Dina), yang kini dikenal dengan nama Ordo Fransiskan.
=========
*"Beati pauperes spiritu."--"Berbahagialah mereka yang rendah hati."
[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada Keselamatan. De Imitatione Christi, II, 2, 2]
*Kalimat ini diambil dari Kitab Suci Perjanjian Baru Injil Matius 3:5. yang lebih dikenal sebagai Khotbah di atas bukit.
**Keterangan Gambar:
Atlet ice skating dunia Korsel dan pemenang medali emas Olimpiade 2010, seorang puteri Gereja Katolik, mari kita panggil dia dengan nama Yuna Kim, sesaat setelah baptisannya.
Merupakan tradisi yang amat mulia, perempuan mengenakan penutup rambut seperti yang dilakukan Yuna Kim,m pada saat perayaan misa Ekaristi walau pun tidak menjadi suatu kewajiban.
Di Korea Selatan dan di beberapa negara dengan tradisi Katolik yang tua sampai pada saat ini, sebagian besar perempuan masih mengenakan mantila saat menghadiri misa.
Tuhan, jadikanlah kami alat-alat perdamaian-Mu
Biarlah kami mengasihi di mana ada kebencian;
Memaafkan di mana ada dendam;
Mempersatukan di mana ada perpecahan;
Menimbulkan pengharapan di mana ada keputus-asaan;
Memberi iman di mana ada kebimbangan;
Membawa terang di mana ada kegelapan;
Memberi kegembiraan di mana ada kesedihan;
Biarlah kami jangan mencari
Untuk dihibur, melainkan menghibur;
Untuk dipahami, melainkan memahami;
Untuk dicintai, melainkan mencintai;
Sebab DI DALAM MEMBERI KAMI MENERIMA,
Di dalam mengampuni, kami diampuni;
Di dalam kematian, kami dilahirkan dalam hidup yang sejati;
Di dalam Putera-Mu yang diberkati,
Yesus Kristus, Tuhan kami. Amen.
Demikianlah, pada tahun 1209, Sto Fransiskus mendirikan Ordo Fratrum Minorum (Perkumpulan Saudara-saudara Yang Hina-Dina), yang kini dikenal dengan nama Ordo Fransiskan.
=========
*"Beati pauperes spiritu."--"Berbahagialah mereka yang rendah hati."
[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada Keselamatan. De Imitatione Christi, II, 2, 2]
*Kalimat ini diambil dari Kitab Suci Perjanjian Baru Injil Matius 3:5. yang lebih dikenal sebagai Khotbah di atas bukit.
**Keterangan Gambar:
Atlet ice skating dunia Korsel dan pemenang medali emas Olimpiade 2010, seorang puteri Gereja Katolik, mari kita panggil dia dengan nama Yuna Kim, sesaat setelah baptisannya.
Merupakan tradisi yang amat mulia, perempuan mengenakan penutup rambut seperti yang dilakukan Yuna Kim,m pada saat perayaan misa Ekaristi walau pun tidak menjadi suatu kewajiban.
Di Korea Selatan dan di beberapa negara dengan tradisi Katolik yang tua sampai pada saat ini, sebagian besar perempuan masih mengenakan mantila saat menghadiri misa.
Subscribe to:
Posts (Atom)
