Monday, January 21, 2013
Friday, January 18, 2013
Refleksi tentang EKARISTI dari Scott Hahn:
Pada Kamis Putihlah cinta Yesus terberi secara tuntas
ketika Ia berkata kepada para murid-Nya:
"Inilah Tubuh-Ku...Inilah Darah-Ku".
Ya, roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus
untukmu, untukku, untuk kita, untuk Gereja dan dunia.
Sedangkan pada Jumat Agung ketika Yesus wafat di salib
adalah bukti dari cinta sejati Yesus terhadap saudara dan aku.
CINTAILAH EKARISTI SELAMANYA.
***Duc in Altum***
Refleksi tentang EKARISTI dari Scott Hahn:
Pada Kamis Putihlah cinta Yesus terberi secara tuntas
ketika Ia berkata kepada para murid-Nya:
"Inilah Tubuh-Ku...Inilah Darah-Ku".
Ya, roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus
untukmu, untukku, untuk kita, untuk Gereja dan dunia.
Sedangkan pada Jumat Agung ketika Yesus wafat di salib
adalah bukti dari cinta sejati Yesus terhadap saudara dan aku.
CINTAILAH EKARISTI SELAMANYA.
***Duc in Altum***
Pada Kamis Putihlah cinta Yesus terberi secara tuntas
ketika Ia berkata kepada para murid-Nya:
"Inilah Tubuh-Ku...Inilah Darah-Ku".
Ya, roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus
untukmu, untukku, untuk kita, untuk Gereja dan dunia.
Sedangkan pada Jumat Agung ketika Yesus wafat di salib
adalah bukti dari cinta sejati Yesus terhadap saudara dan aku.
CINTAILAH EKARISTI SELAMANYA.
***Duc in Altum***
Rumah Seribu Cermin
Di sebuah desa kecil, ada sebuah rumah yang dikenal dengan nama "Rumah Seribu Cermin." Suatu hari seekor anjing kecil sedang berjalan-jalan di desa itu dan melintasi "Rumah Seribu Cermin". Ia tertarik pada rumah itu dan memutuskan untuk masuk melihat-lihat apa yang ada di dalamnya.
Sambil melompat-lompat ceria ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu depan. Telinga terangkat tinggi-tinggi, ekornya bergerak-gerak secepat mungkin. Betapa terkejutnya ia ketika masuk ke dalam rumah, ia melihat ada seribu wajah ceria anjing-anjing kecil dengan ekor yang bergerak-gerak cepat. Ia tersenyum lebar, dan seribu wajah anjing kecil itu juga membalas dengan senyum lebar, hangat dan bersahabat. Ketika ia meninggalkan rumah itu, ia berkata pada dirinya sendiri, "Tempat ini sangat menyenangkan. Suatu saat saya akan kembali mengunjunginya sesering mungkin."
Sesaat setelah anjing itu pergi, datanglah anjing kecil yang lain. Namun, anjing yang satu ini tidak seceria anjing yang sebelumnya. Ia juga memasuki rumah itu. Dengan perlahan ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu. Ketika berada di dalam, ia terkejut melihat ada seribu wajah anjing kecil yang muram dan tidak bersahabat. Segera saja ia menyalak keras-keras, dan dibalas juga dengan seribu gonggongan yang menyeramkan. Ia merasa ketakutan dan keluar dari rumah sambil berkata pada dirinya sendiri, "Tempat ini sungguh menakutkan, saya takkan pernah mau kembali ke sini lagi."
Saudara terkasih dalam Kristus, seringkali gambaran atau kesan tentang wajah yang ada di dunia ini, yang kita lihat ... adalah cermin gambaran dan kesan dari wajah kita sendiri. Kalau kita mengesankan keramahan, maka dunia akan tampak ramah... Kalau dunia terasa suram, mungkin itu karena kesan yang kita berikan...Jadi kesan apa yang ingin kita bawa dan sampaikan ke dunia ini saudara-saudariku?
Di sebuah desa kecil, ada sebuah rumah yang dikenal dengan nama "Rumah Seribu Cermin." Suatu hari seekor anjing kecil sedang berjalan-jalan di desa itu dan melintasi "Rumah Seribu Cermin". Ia tertarik pada rumah itu dan memutuskan untuk masuk melihat-lihat apa yang ada di dalamnya.
Sambil melompat-lompat ceria ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu depan. Telinga terangkat tinggi-tinggi, ekornya bergerak-gerak secepat mungkin. Betapa terkejutnya ia ketika masuk ke dalam rumah, ia melihat ada seribu wajah ceria anjing-anjing kecil dengan ekor yang bergerak-gerak cepat. Ia tersenyum lebar, dan seribu wajah anjing kecil itu juga membalas dengan senyum lebar, hangat dan bersahabat. Ketika ia meninggalkan rumah itu, ia berkata pada dirinya sendiri, "Tempat ini sangat menyenangkan. Suatu saat saya akan kembali mengunjunginya sesering mungkin."
Sesaat setelah anjing itu pergi, datanglah anjing kecil yang lain. Namun, anjing yang satu ini tidak seceria anjing yang sebelumnya. Ia juga memasuki rumah itu. Dengan perlahan ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu. Ketika berada di dalam, ia terkejut melihat ada seribu wajah anjing kecil yang muram dan tidak bersahabat. Segera saja ia menyalak keras-keras, dan dibalas juga dengan seribu gonggongan yang menyeramkan. Ia merasa ketakutan dan keluar dari rumah sambil berkata pada dirinya sendiri, "Tempat ini sungguh menakutkan, saya takkan pernah mau kembali ke sini lagi."
Saudara terkasih dalam Kristus, seringkali gambaran atau kesan tentang wajah yang ada di dunia ini, yang kita lihat ... adalah cermin gambaran dan kesan dari wajah kita sendiri. Kalau kita mengesankan keramahan, maka dunia akan tampak ramah... Kalau dunia terasa suram, mungkin itu karena kesan yang kita berikan...Jadi kesan apa yang ingin kita bawa dan sampaikan ke dunia ini saudara-saudariku?
Tuesday, January 15, 2013
TENTANG MENIKAH
Benarkah menikah didasari oleh kecocokan...
Kalau dua-duanya doyan musik, berarti ada gejala bisa langgeng... Kalau
sama-sama suka sop buntut berarti masa depan cerah...(That
simple?........)
Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya
punya aspek kiri dan kanan, menikah adalah persatuan dua manusia, pria
dan wanita. Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa
dan hatinya. Kecocokan, minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan
segalanya akan lancar.. Lalu apa?
MENIKAH adalah proses
pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan
berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan
untuk menemukan jalan keluarnya. Kedengarannya sih indah, tapi
kenyataannya?
Harus ada 'Komunikasi Dua Arah',
'Ada kerelaan mendengar kritik',
'Ada keikhlasan meminta maaf',
'Ada ketulusan melupakan kesalahan'
dan 'Keberanian untuk mengemukakan pendapat'.
Sekali lagi MENIKAH bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta,
bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil
undangan yang memacetkan jalan.
MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuh, ketika ribuan kapal pesiar yang gemerlap memanggil-manggil.
MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu
ruangan di mana kemesraan, ciuman, dan pelukan yang berkepanjangan
hanyalah bunga. Masalahnya bukanlah menikah dengan anak siapa, yang
hartanya berapa, bukanlah rangkaian bunga mawar yang jumlahnya ratusan,
bukanlah perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya membuat keluarga
saling tersinggung, apalagi kegemaran minum kopi yang sama...
MENIKAH bukan didasari atas kesucian diri, tapi kesucian hati. Apalah
artinya MENIKAH apabila tidak suci hati. Diri yang kotor dapat mudah
diperbaiki, namun hati yang kotor tak mudah diperbaiki.
MENIKAH
adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda. Tanpa
mengenali diri sendiri, bagaimana anda bisa memahami orang lain...??
Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan
pasangan hidup...??
MENIKAH sangat membutuhkan keberanian
tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra, serta jiwa besar untuk
'Menerima' dan 'Memaafkan'.
Dengan kata lain, MENIKAH merupakan
penggabungan dua bagian yang saling berbeda untuk dicari kecocokannya,
bagaikan mur dan baut, bukan persamaan yang dangkal, bukan pula
persamaan yang terlihat indah di mata. Perbedaan harus dicari kecocokan
bukan persamaan. Perpisahaan dengan alasan perbedaan adalah alasan yang
di buat untuk pembenaran, jadi kenapa harus menikah ketika memaksa untuk
berpisah kemudian?
Menikahlah, berjanji, dan berjanji adalah
kesepakatan dimana tidak akan di ingkari untuk setia sampai mati, sampai
maut memisahkan tanpa ada alasan manusia memisahkan, karena janji
adalah janji yang berdosa ketika di ingkari.
Tuhan memberkati
TENTANG MENIKAH
Benarkah menikah didasari oleh kecocokan...
Kalau dua-duanya doyan musik, berarti ada gejala bisa langgeng... Kalau sama-sama suka sop buntut berarti masa depan cerah...(That simple?........)
Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya aspek kiri dan kanan, menikah adalah persatuan dua manusia, pria dan wanita. Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya. Kecocokan, minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar.. Lalu apa?
MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya. Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya?
Harus ada 'Komunikasi Dua Arah',
'Ada kerelaan mendengar kritik',
'Ada keikhlasan meminta maaf',
'Ada ketulusan melupakan kesalahan'
dan 'Keberanian untuk mengemukakan pendapat'.
Sekali lagi MENIKAH bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan yang memacetkan jalan.
MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuh, ketika ribuan kapal pesiar yang gemerlap memanggil-manggil.
MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan di mana kemesraan, ciuman, dan pelukan yang berkepanjangan hanyalah bunga. Masalahnya bukanlah menikah dengan anak siapa, yang hartanya berapa, bukanlah rangkaian bunga mawar yang jumlahnya ratusan, bukanlah perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya membuat keluarga saling tersinggung, apalagi kegemaran minum kopi yang sama...
MENIKAH bukan didasari atas kesucian diri, tapi kesucian hati. Apalah artinya MENIKAH apabila tidak suci hati. Diri yang kotor dapat mudah diperbaiki, namun hati yang kotor tak mudah diperbaiki.
MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda. Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana anda bisa memahami orang lain...?? Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan pasangan hidup...??
MENIKAH sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra, serta jiwa besar untuk 'Menerima' dan 'Memaafkan'.
Dengan kata lain, MENIKAH merupakan penggabungan dua bagian yang saling berbeda untuk dicari kecocokannya, bagaikan mur dan baut, bukan persamaan yang dangkal, bukan pula persamaan yang terlihat indah di mata. Perbedaan harus dicari kecocokan bukan persamaan. Perpisahaan dengan alasan perbedaan adalah alasan yang di buat untuk pembenaran, jadi kenapa harus menikah ketika memaksa untuk berpisah kemudian?
Menikahlah, berjanji, dan berjanji adalah kesepakatan dimana tidak akan di ingkari untuk setia sampai mati, sampai maut memisahkan tanpa ada alasan manusia memisahkan, karena janji adalah janji yang berdosa ketika di ingkari.
Tuhan memberkati
Benarkah menikah didasari oleh kecocokan...
Kalau dua-duanya doyan musik, berarti ada gejala bisa langgeng... Kalau sama-sama suka sop buntut berarti masa depan cerah...(That simple?........)
Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya aspek kiri dan kanan, menikah adalah persatuan dua manusia, pria dan wanita. Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya. Kecocokan, minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar.. Lalu apa?
MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya. Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya?
Harus ada 'Komunikasi Dua Arah',
'Ada kerelaan mendengar kritik',
'Ada keikhlasan meminta maaf',
'Ada ketulusan melupakan kesalahan'
dan 'Keberanian untuk mengemukakan pendapat'.
Sekali lagi MENIKAH bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan yang memacetkan jalan.
MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuh, ketika ribuan kapal pesiar yang gemerlap memanggil-manggil.
MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan di mana kemesraan, ciuman, dan pelukan yang berkepanjangan hanyalah bunga. Masalahnya bukanlah menikah dengan anak siapa, yang hartanya berapa, bukanlah rangkaian bunga mawar yang jumlahnya ratusan, bukanlah perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya membuat keluarga saling tersinggung, apalagi kegemaran minum kopi yang sama...
MENIKAH bukan didasari atas kesucian diri, tapi kesucian hati. Apalah artinya MENIKAH apabila tidak suci hati. Diri yang kotor dapat mudah diperbaiki, namun hati yang kotor tak mudah diperbaiki.
MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda. Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana anda bisa memahami orang lain...?? Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan pasangan hidup...??
MENIKAH sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra, serta jiwa besar untuk 'Menerima' dan 'Memaafkan'.
Dengan kata lain, MENIKAH merupakan penggabungan dua bagian yang saling berbeda untuk dicari kecocokannya, bagaikan mur dan baut, bukan persamaan yang dangkal, bukan pula persamaan yang terlihat indah di mata. Perbedaan harus dicari kecocokan bukan persamaan. Perpisahaan dengan alasan perbedaan adalah alasan yang di buat untuk pembenaran, jadi kenapa harus menikah ketika memaksa untuk berpisah kemudian?
Menikahlah, berjanji, dan berjanji adalah kesepakatan dimana tidak akan di ingkari untuk setia sampai mati, sampai maut memisahkan tanpa ada alasan manusia memisahkan, karena janji adalah janji yang berdosa ketika di ingkari.
Tuhan memberkati
LIMA MENIT SAJA
Seorang ibu duduk di samping seorang pria di bangku dekat Taman-Main di
West Coast Park pada suatu minggu pagi yang indah cerah. "Tuh.., itu
putraku yang di situ," katanya, sambil menunjuk ke arah seorang anak
kecil dalam T-shirt merah yang sedang meluncur turun dipelorotan. Mata
ibu itu berbinar, bangga."Wah, bagus sekali bocah itu," kata bapak di
sebelahnya. "Lihat anak yangsedang main ayunan di bandulan pakai T-shirt
biru itu? Dia anakku,"sambungnya, memperkenalkan.
Lalu, sambil
melihat arloji, ia memanggil putranya. "Ayo Jack, gimana kalau kita
sekarang pulang?"Jack, bocah kecil itu, setengah memelas, berkata,
"Kalau lima menit lagi,boleh ya, Yahhh? Sebentar lagi Ayah, boleh kan?
Cuma tambah lima menit kok,yaaa...?"Pria itu mengangguk dan Jack
meneruskan main ayunan untuk memuaskan hatinya. Menit menit berlalu,
sang ayah berdiri, memanggil anaknya lagi. "Ayo, ayo, sudah waktunya
berangkat?"Lagi-lagi Jack memohon, "Ayah, lima menit lagilah. Cuma lima menit tok, ya?Boleh ya, Yah?" pintanya sambil menggaruk-garuk kepalanya.
Pria itu bersenyum dan berkata, "OK-lah, iyalah...""Wah, bapak pasti
seorang ayah yang sabar," ibu yang di sampingnya, dan melihat adegan
itu, tersenyum senang dengan sikap lelaki itu.Pria itu membalas senyum,
lalu berkata, "Putraku yang lebih tua, John, tahun lalu terbunuh selagi
bersepeda di dekat sini, oleh sopir yang mabuk. Tahu tidak, aku tak
pernah memberikan cukup waktu untuk bersama John.
Sekarang apa
pun ingin kuberikan demi Jack, asal saja saya bisa bersamanya biar pun
hanya untuk lima menit lagi. Saya bernazar tidak akan mengulangi
kesalahan yang sama lagi terhadap Jack. Ia pikir, ia dapat lima menit
ekstra tambahan untuk berayun, untuk terus bermain. Padahal, sebenarnya,
sayalah yangmemperoleh tambahan lima menit memandangi dia bermain,
menikmati kebersamaan bersama dia, menikmati tawa
renyah-bahagianya...."Hidup ini bukanlah suatu lomba.
Hidup
ialah masalah membuat prioritas.Prioritas apa yang Anda miliki saat ini?
Berikanlah pada seseorang yang kaukasihi, lima menit saja dari waktumu,
dan engkau pastilah tidak akanmenyesal selamanya.
Selamat Pagi, Berkah Dalem
------------------------------ ---
Mari berbagi kasih Januari
Monday, January 14, 2013
Sunday, January 13, 2013
Bacaan Katekismus Gereja Katolik dalam Setahun
729 Baru setelah saat kemuliaan-Nya tiba, Yesus menjanjikan kedatangan
Roh Kudus, karena dalam kematian dan kebangkitan-Nya akan terpenuhilah
janji yang diberikan kepada para bapa Bdk. Yoh 14:16-17.26; 15:26;
16:7-15; 17:26.: Roh kebenaran, paraklet [penghibur] yang lain, akan
diberikan oleh Bapa karena doa Yesus; Ia akan dikirim oleh Bapa, karena
Ia keluar dari Bapa. Roh Kudus akan datang; kita akan mengenal-Nya; Ia
akan selalu hadir di tengah-tengah kita. Ia akan mengajar kita dan akan
mengingatkan kita akan segala sesuatu yang telah dikatakan Kristus
kepada kita, dan memberi kesaksian tentang Dia; Ia akan mengantar kita
kepada seluruh kebenaran dan akan memuliakan Kristus. Ia akan
membuktikan kepada dunia mengenai dosa, keadilan dan pengadilan.
730 Akhirnya saat Yesus tiba Bdk. Yoh 13:1; 17:1.: Ia menyerahkan
roh-Nya ke dalam tangan Bapa Bdk. Luk 23:46. Yoh 19:30. ketika Ia
mengalahkan maut dengan kematian-Nya.
Setelah Ia "dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa" (Rm
6:4), Ia langsung memberikan Roh, dengan menghembusi murid-murid-Nya
Bdk. Yoh 20:22.. Mulai saat itu perutusan Kristus dan Roh Kudus menjadi
perutusan Gereja: "Sama seperti Bapa mengutus Aku demikian juga sekarang
Aku mengutus kamu" (Yoh 20:21) Bdk. Mat 28:19; Luk 24:47-48; Kis 1:8..
Anda sedang membaca di bagian mana?
https://www.facebook.com/ notes/gereja-katolik/ daftar-artikel-artikel-katekism us-gereja-katolik/ 10151191925577440
Subscribe to:
Posts (Atom)