Wednesday, June 26, 2013

Gambar Perayaan 4D1, 2013













BEAUFORT: Perayaan Ulang Tahun Keuskupan Keningau-20 (UTK-20) peringkat Paroki Beaufort telah diadakan di Gereja Katolik Saint Joseph, Beaufort pada 08 Jun 2013 lalu yang telah disempurnakan perasmiannya oleh Yang Mulia Bapa Uskup Datuk Cornelius Piong.
                Perayaan UTK-20 tersebut turut diadakan bersempena dengan Perayaan Ulang Tahun Pentahbisan Bapa Uskup Datuk Cornelius Piong, Pesta Kaamatan dan Pemberkatan Bangunan Gereja Saint Joseph Laboi yang baru yang disatukan menjadi Perayaan Empat  Dalam Satu.
                Seramai kira-kira 600 umat di daerah Beaufort dan sekitar telah menyertai perayaan tersebut yang bertemakan “Bersatu Dengan Yesus, Berakar Umbi Dalam Dia, Dibangun Di Atas Dia Ke Arah Pemantapan Iman”.
                Dalam ucapan perasmiannya, Bapa Uskup menekankan tentang kepentingan perayaan UTK kali ini sesuai dengan Tahun Iman 2013.
“Selaku anggota-anggota Keuskupan Keningau iaitu para paderi, religious, Brother dan Sister serta umat awam, marilah kita sentiasa menyedari dan mengusahakan peranan kita dalam membangunkan komuniti umat Allah yang komited dan efektif melayani Kerajaan-Nya,” katanya.
                Di samping itu, Bapa Uskup turut menyentuh tentang tema Tahun Iman iaitu “Pemantapan Iman Umat Allah Komited Bersaksi Bagi Kerajaan Allah”  yang perlu dihayati oleh setiap umat secara peribadi dan bersama-sama merealisasikannya di dalam kehidupan seharian.
                Manakala Paderi Paroki, Rev. Fr. Gilbert Lasius dalam ucapannya menekankan tentang kepentingan mendasarkan keimanan kepada peribadi Kristus terutama kepada generasi muda.
“Sebagai umat Kristus yang hidup dalam era globalisasi ini, kita perlu bersedia untuk menghadapi pelbagai rintangan dalam kehidupan. Cabaran-cabaran yang besar seperti masalah sosial dan ekonomi sudah pasti menjerut fizikal kita, tetapi sebagai pengikut Kristus kita perlu sentiasa menyedari tentang rencana Allah agar kita dapat terus taat dan menjadi alat kepada perkembangan iman,” katanya.
                Selain itu, Rev. Fr. Gilbert turut memuji usaha para belia dalam menganjurkan perayaan tersebut yang akhirnya mampu membuka mata dan menjadi contoh kepada para pemimpin gereja termasuk para paderi dan sister.
“Sesungguhnya, para belia Katolik adalah nadi dan penerus kepada perkembangan gereja dalam menghadapi arus kemodenan dan marilah kita bersama-sama bersedia menukar persepsi dan melakukan anjakan paradigm ke arah positif terhadap teknologi-teknologi moden terutama internet dalam pelayanan kita terhadap gereja,” sambungnya lagi.
                Bagi Pengerusi Penganjur (Bersama) En. Antin Gudon dan En. Simon Bollih, penganjuran kali ini mempamerkan kelainan kerana keseluruhan kerja dilaksanakan oleh para belia, selain turut memberikan penghargaan kepada penderma bangunan gereja iaitu Datuk Victor Paul dan Perkasa Construction Sdn Bhd, yang akhirnya telah memangkinkan interaksi, kegembiraan, keutuhan perpaduan dan kematangan iman sesuai dengan tema perayaan tersebut.
                Terdapat pelbagai aktiviti yang dirancang oleh penganjur telah berjaya menambat hati para umat iaitu seperti Pengunjung Bertuah, Sesi Bergambar Bersama Bapa Uskup, Garage Sale, Makanan Tradisi selain persembahan pentas.



Wednesday, March 13, 2013

Perayaan 4D1, Paroki St. Valentine Beaufort Tahun 2013

ANDA DIJEMPUT MERAYAKAN



Perayaan
Ulang Tahun Pentahbisan Bapa Uskup (UTPBU-DCP),
Ulang Tahun Keuskupan Keningau Ke-20 (UTK-20),
Pesta Kaamatan Peringkat Paroki Beaufort (PKPPB) dan
Pemberkatan Gereja Saint Joseph Laboi (PGSJL),
yang diringkaskan menjadi Perayaan 4D1.


Tema:
“Bersatu Dengan Yesus, Berakar Umbi Dalam Dia,
Dibangun Di Atas Dia Ke Arah Pemantapan Iman” 


      Tarikh  : 08 Jun 2013 (Sabtu)
      Masa  :  08.00 pagi
      Tempat  : Gereja Katolik Saint Joseph, Laboi

Thursday, February 28, 2013

“Saya pergi. Itu keputusan yang saya ambil dengan sukarela. Tetapi kamu harus tetap riang gembira di dalam iman. Saya pergi bukan untuk urusan pribadi. Saya pergi untuk membaktikan diri kepada doa untuk Gereja kita yang kita cintai ini. Tuhan yang memanggil kita ke dalam satu komunitas iman, akan tetap bersama kita, memenuhi hati kita dengan harapan dan menyinari kita dengan kasihNya tanpa batas,” kata Bapa Suci Benediktus XVI dalam nada getar di hadapan sekitar 200.000 peziarah yang menghadiri audiensi umum bersama dengannya untuk terakhir kalinya kemarin, 27 Feb 2013.

Tuesday, February 26, 2013

Mari berdoa dengan benar..!

Bapa di sorga dalam nama Yesus, terimakasih Bapa atas segala berkat dan kasih karunia serta anugerah yang Kau limpahkan kepada kami, hingga kami dapat memperoleh keselamatan dari hari yang lampau hingga pada saat ini.

Bapa, bilamana pergumulan itu datang, kuatkan kami Bapa untuk mengehadapinya, dan bilamana kelimpahan itu datang, ingatkan kami Bapa bahwa semua yang kami miliki adalah berasal daripada Engkau.

Begitu banyak dosa dan kesalahan yang kami lakukan setiap hari Bapa, mohon ampuni kami Bapa atas segala dosa dan pelanggaran kami.

Segala kekhawatiran kami ini, kami sampaikan hanya ke dalam tangan pengasihan-Mu.

Tuesday, February 19, 2013

Everyday is a Miracle
.
Saya pernah bertemu seorang berusia 65 tahun. Waktu itu saya bekerja sebagai pelayan gift-shop di hotel. Setelah customer selesai berbelanja dan akan meninggalkan toko, biasanya saya mengucapkan salam "have a nice day" dan itu saya ucapkan juga kepada nenek tersebut sehabis ia membayar di kasir.

Nenek itu berhenti dan berpaling ke arah saya sambil berkata, "Anakku, setiap hari adalah miracle day, bukan nice day!"

Lalu ia bercerita bahwa ia telah operasi jantung dua kali. Yang pertama ia menerima donor jantung anak usia 14 tahun tetapi tidak kompartibel dan sempat koma selama tiga hari. Lalu kedua kali ia menerima jantung pria berusia 35 tahun dan ternyata cocok hingga saat itu.

Nenek itu menambahkan sejak peristiwa tersebut ia merasakan hidup yang kedua kalinya. Baginya setiap saat adalah "miracle"; setiap tarikan dan hembusan nafas adalah keajaiban. Jadi hidup bukan hanya "nice day" tetapi hidup adalah "miracle every second".

Pertemuan singkat dengan nenek tersebut telah membuat saya lebih menghargai arti hidup, dan nenek itu datang sebagai guru bagi saya agar lebih menghargai hidup. Hidup akan jauh lebih berarti bila kita bisa memanfaatkannya dengan baik daripada sekadar menghitung hari.

Mengutip kata Tom Hanks dalam film Forrest Gump: "Life is like a box of chocolate, we never know what we gonna get". Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan tetapi dengan mempersiapkan diri dan attitude every day is miracle seperti nenek tersebut mungkin akan membuat hidup kita lebih hidup dan lebih berwarna baik bagi diri kita maupun bagi lingkungan sekitar kita.
 "PENGAMPUNAN ALLAH TAK TERBATAS DALAM KETERBATASANMU"

Allah melalui berbagai cara dan orang mengingatkan dan mengajak kita untuk bertobat. Keterbatasan kita tak menjadi penghalang bagi aliran pengampunan-Nya yang tak terbatas.

Jika engkau dan aku tidak tahu kapan batas akhir hidup kita, maka hendaklah kita tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bertobat setiap saat, khususnya dalam masa prapaskah ini.

***Duc in Altum***