Tuesday, January 15, 2013

TENTANG MENIKAH


Benarkah menikah didasari oleh kecocokan...

Kalau dua-duanya doyan musik, berarti ada gejala bisa langgeng... Kalau sama-sama suka sop buntut berarti masa depan cerah...(That simple?........)

Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya aspek kiri dan kanan, menikah adalah persatuan dua manusia, pria dan wanita. Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya. Kecocokan, minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar.. Lalu apa?

MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya. Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya?

Harus ada 'Komunikasi Dua Arah',
'Ada kerelaan mendengar kritik',
'Ada keikhlasan meminta maaf',
'Ada ketulusan melupakan kesalahan'
dan 'Keberanian untuk mengemukakan pendapat'.

Sekali lagi MENIKAH bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan yang memacetkan jalan.
MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuh, ketika ribuan kapal pesiar yang gemerlap memanggil-manggil.
MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan di mana kemesraan, ciuman, dan pelukan yang berkepanjangan hanyalah bunga. Masalahnya bukanlah menikah dengan anak siapa, yang hartanya berapa, bukanlah rangkaian bunga mawar yang jumlahnya ratusan, bukanlah perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya membuat keluarga saling tersinggung, apalagi kegemaran minum kopi yang sama...

MENIKAH bukan didasari atas kesucian diri, tapi kesucian hati. Apalah artinya MENIKAH apabila tidak suci hati. Diri yang kotor dapat mudah diperbaiki, namun hati yang kotor tak mudah diperbaiki.

MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda. Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana anda bisa memahami orang lain...?? Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan pasangan hidup...??

MENIKAH sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra, serta jiwa besar untuk 'Menerima' dan 'Memaafkan'.

Dengan kata lain, MENIKAH merupakan penggabungan dua bagian yang saling berbeda untuk dicari kecocokannya, bagaikan mur dan baut, bukan persamaan yang dangkal, bukan pula persamaan yang terlihat indah di mata. Perbedaan harus dicari kecocokan bukan persamaan. Perpisahaan dengan alasan perbedaan adalah alasan yang di buat untuk pembenaran, jadi kenapa harus menikah ketika memaksa untuk berpisah kemudian?

Menikahlah, berjanji, dan berjanji adalah kesepakatan dimana tidak akan di ingkari untuk setia sampai mati, sampai maut memisahkan tanpa ada alasan manusia memisahkan, karena janji adalah janji yang berdosa ketika di ingkari.

Tuhan memberkati
See Translation
TENTANG  MENIKAH


Benarkah menikah didasari oleh kecocokan...

Kalau dua-duanya doyan musik, berarti ada gejala bisa langgeng... Kalau sama-sama suka sop buntut berarti masa depan cerah...(That simple?........)

Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya aspek kiri dan kanan, menikah adalah persatuan dua manusia, pria dan wanita. Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya. Kecocokan, minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar.. Lalu apa?

MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya. Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya?

Harus ada 'Komunikasi Dua Arah',
'Ada kerelaan mendengar kritik',
'Ada keikhlasan meminta maaf',
'Ada ketulusan melupakan kesalahan'
dan 'Keberanian untuk mengemukakan pendapat'.

Sekali lagi MENIKAH bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan yang memacetkan jalan.
MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuh, ketika ribuan kapal pesiar yang gemerlap memanggil-manggil.
MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan di mana kemesraan, ciuman, dan pelukan yang berkepanjangan hanyalah bunga. Masalahnya bukanlah menikah dengan anak siapa, yang hartanya berapa, bukanlah rangkaian bunga mawar yang jumlahnya ratusan, bukanlah perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya membuat keluarga saling tersinggung, apalagi kegemaran minum kopi yang sama...

MENIKAH bukan didasari atas kesucian diri, tapi kesucian hati. Apalah artinya MENIKAH apabila tidak suci hati. Diri yang kotor dapat mudah diperbaiki, namun hati yang kotor tak mudah diperbaiki.

MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda. Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana anda bisa memahami orang lain...?? Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan pasangan hidup...??

MENIKAH sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra, serta jiwa besar untuk 'Menerima' dan 'Memaafkan'.

Dengan kata lain, MENIKAH merupakan penggabungan dua bagian yang saling berbeda untuk dicari kecocokannya, bagaikan mur dan baut, bukan persamaan yang dangkal, bukan pula persamaan yang terlihat indah di mata. Perbedaan harus dicari kecocokan bukan persamaan. Perpisahaan dengan alasan perbedaan adalah alasan yang di buat untuk pembenaran, jadi kenapa harus menikah ketika memaksa untuk berpisah kemudian?

Menikahlah, berjanji, dan berjanji adalah kesepakatan dimana tidak akan di ingkari untuk setia sampai mati, sampai maut memisahkan tanpa ada alasan manusia memisahkan, karena janji adalah janji yang berdosa ketika di ingkari.

Tuhan memberkati
LIMA MENIT SAJA

Seorang ibu duduk di samping seorang pria di bangku dekat Taman-Main di West Coast Park pada suatu minggu pagi yang indah cerah. "Tuh.., itu putraku yang di situ," katanya, sambil menunjuk ke arah seorang anak kecil dalam T-shirt merah yang sedang meluncur turun dipelorotan. Mata ibu itu berbinar, bangga."Wah, bagus sekali bocah itu," kata bapak di sebelahnya. "Lihat anak yangsedang main ayunan di bandulan pakai T-shirt biru itu? Dia anakku,"sambungnya, memperkenalkan.

Lalu, sambil melihat arloji, ia memanggil putranya. "Ayo Jack, gimana kalau kita sekarang pulang?"Jack, bocah kecil itu, setengah memelas, berkata, "Kalau lima menit lagi,boleh ya, Yahhh? Sebentar lagi Ayah, boleh kan? Cuma tambah lima menit kok,yaaa...?"Pria itu mengangguk dan Jack meneruskan main ayunan untuk memuaskan hatinya. Menit menit berlalu, sang ayah berdiri, memanggil anaknya lagi. "Ayo, ayo, sudah waktunya berangkat?"Lagi-lagi Jack memohon, "Ayah, lima menit lagilah. Cuma lima menit tok, ya?Boleh ya, Yah?" pintanya sambil menggaruk-garuk kepalanya.

Pria itu bersenyum dan berkata, "OK-lah, iyalah...""Wah, bapak pasti seorang ayah yang sabar," ibu yang di sampingnya, dan melihat adegan itu, tersenyum senang dengan sikap lelaki itu.Pria itu membalas senyum, lalu berkata, "Putraku yang lebih tua, John, tahun lalu terbunuh selagi bersepeda di dekat sini, oleh sopir yang mabuk. Tahu tidak, aku tak pernah memberikan cukup waktu untuk bersama John.

Sekarang apa pun ingin kuberikan demi Jack, asal saja saya bisa bersamanya biar pun hanya untuk lima menit lagi. Saya bernazar tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi terhadap Jack. Ia pikir, ia dapat lima menit ekstra tambahan untuk berayun, untuk terus bermain. Padahal, sebenarnya, sayalah yangmemperoleh tambahan lima menit memandangi dia bermain, menikmati kebersamaan bersama dia, menikmati tawa renyah-bahagianya...."Hidup ini bukanlah suatu lomba.

Hidup ialah masalah membuat prioritas.Prioritas apa yang Anda miliki saat ini? Berikanlah pada seseorang yang kaukasihi, lima menit saja dari waktumu, dan engkau pastilah tidak akanmenyesal selamanya.

Selamat Pagi, Berkah Dalem
---------------------------------
Mari berbagi kasih Januari

Monday, January 14, 2013

Sunday, January 13, 2013

Bacaan Katekismus Gereja Katolik dalam Setahun

729 Baru setelah saat kemuliaan-Nya tiba, Yesus menjanjikan kedatangan Roh Kudus, karena dalam kematian dan kebangkitan-Nya akan terpenuhilah janji yang diberikan kepada para bapa Bdk. Yoh 14:16-17.26; 15:26; 16:7-15; 17:26.: Roh kebenaran, paraklet [penghibur] yang lain, akan diberikan oleh Bapa karena doa Yesus; Ia akan dikirim oleh Bapa, karena Ia keluar dari Bapa. Roh Kudus akan datang; kita akan mengenal-Nya; Ia akan selalu hadir di tengah-tengah kita. Ia akan mengajar kita dan akan mengingatkan kita akan segala sesuatu yang telah dikatakan Kristus kepada kita, dan memberi kesaksian tentang Dia; Ia akan mengantar kita kepada seluruh kebenaran dan akan memuliakan Kristus. Ia akan membuktikan kepada dunia mengenai dosa, keadilan dan pengadilan.

730 Akhirnya saat Yesus tiba Bdk. Yoh 13:1; 17:1.: Ia menyerahkan roh-Nya ke dalam tangan Bapa Bdk. Luk 23:46. Yoh 19:30. ketika Ia mengalahkan maut dengan kematian-Nya. Setelah Ia "dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa" (Rm 6:4), Ia langsung memberikan Roh, dengan menghembusi murid-murid-Nya Bdk. Yoh 20:22.. Mulai saat itu perutusan Kristus dan Roh Kudus menjadi perutusan Gereja: "Sama seperti Bapa mengutus Aku demikian juga sekarang Aku mengutus kamu" (Yoh 20:21) Bdk. Mat 28:19; Luk 24:47-48; Kis 1:8..

Anda sedang membaca di bagian mana?
https://www.facebook.com/notes/gereja-katolik/daftar-artikel-artikel-katekismus-gereja-katolik/10151191925577440
"JADILAH KEBANGGAAN ORANG TUAMU"

Siapa pun Anda sebagai anak saat ini
tapi sewaktu kecil engkau adalah kesayangan
papa dan mamamu.

Karena itu, betapa berbunga-bunganya Hati Sang Putra ketika mendengar sapaan lembut Sang Bapa kepada-Nya:
"Engkaulah Putra-Ku yang Kukasihi.
Kepada-Mulah Aku berkenan."

Semoga sapaan seperti ini takan pernah sulit terucap
dari mulut dan takan pernah hilang dari hati orang tuamu terhadapmu.

***Duc in Altum***
Renungan Malam: "JADILAH KEBANGGAAN ORANG TUAMU"

Siapa pun Anda sebagai anak saat ini 
tapi sewaktu kecil engkau adalah kesayangan 
papa dan mamamu. 

Karena itu, betapa berbunga-bunganya Hati Sang Putra ketika mendengar sapaan lembut Sang Bapa kepada-Nya: 
"Engkaulah Putra-Ku yang Kukasihi. 
Kepada-Mulah Aku berkenan." 

Semoga sapaan seperti ini takan pernah sulit terucap 
dari mulut dan takan pernah hilang dari hati orang tuamu terhadapmu.

***Duc in Altum***

Saturday, January 12, 2013

DOA : KARYA NYATA YANG PALING SEDERHANA NAMUN PALING UTAMA

Kita cenderung untuk terpukau pada karya nyata Yesus di depan umum yang dilakukan-Nya sejak pembaptisan-Nya. Padahal, Ia melakukannya hanya selama 3 tahun dari 33 tahun hidup-Nya di dunia.

Siapa di antara kita yang berani menyangsikan bahwa Maria dan Yosef, sebagaimana lazimnya orang tua Yahudi, juga mengajarkan-Nya untuk bertekun dalam DOA sesuai tradisi bangsa yahudi?

Siapa di antara kita yang berani menyangsikan bahwa hati-Nya penuh dengan DOA kepada Bapa-Nya ketika Ia dibaptis?

Pada awal karya pelayanan-Nya, Ia bukan mengajarkan bagaimana cara untuk menarik simpati banyak orang, melainkan bagaimana BERDOA dengan benar.

Dalam kesibukan pelayanan-Nya, Ia menyempatkan diri menyepi untuk BERDOA.

Sebelum diserahkan pada penguasa yang kejam, Yesus BERDOA kepada Bapa bagi kesatuan murid-murid-Nya.

Sebelum mengambil keputusan memikul salib, Ia BERDOA di taman Getsemani.

Ketika Ia disalib, Ia berseru dengan pedih dan menDOAkan mazmur, “Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Daku?”

Di balik karya nyata Yesus selalu ada DOA.

Di balik karya yang gilang gemilang, selalu ada lutut yang setia bertelut.

Kita dapat saja melakukan karya nyata yang dikagumi banyak orang.

Namun kita tidak dapat serta merta mengatakan bahwa karya kita adalah doa kita.

Bahkan, kita dapat saja terjerumus memuliakan diri sendiri dalam karya kita.

Namun ingatlah, bahkan ketika tubuh kita terbaring lemah tak berdaya,

satu-satunya karya yang dapat kita lakukan justru adalah BERDOA bagi kepentingan Gereja dan sesama.

Karya yang luar biasa sekalipun tidak dapat menggantikan DOA.

Maka jangan meremehkan DOA.

DOA adalah jantung karya kita.

~IOJC (tu scis quia amo te)~
DOA : KARYA NYATA YANG PALING SEDERHANA NAMUN PALING UTAMA

Kita cenderung untuk terpukau pada karya nyata Yesus di depan umum yang dilakukan-Nya sejak pembaptisan-Nya. Padahal, Ia melakukannya hanya selama 3 tahun dari 33 tahun hidup-Nya di dunia. 

Siapa di antara kita yang berani menyangsikan bahwa Maria dan Yosef, sebagaimana lazimnya orang tua Yahudi, juga  mengajarkan-Nya untuk bertekun dalam DOA sesuai tradisi bangsa yahudi? 

Siapa di antara kita yang berani menyangsikan bahwa hati-Nya penuh dengan DOA kepada Bapa-Nya ketika Ia dibaptis? 

Pada awal karya pelayanan-Nya, Ia bukan mengajarkan bagaimana cara untuk menarik simpati banyak orang, melainkan bagaimana BERDOA dengan benar.

Dalam kesibukan pelayanan-Nya, Ia menyempatkan diri menyepi untuk BERDOA.

Sebelum diserahkan pada penguasa yang kejam, Yesus BERDOA kepada Bapa bagi kesatuan murid-murid-Nya.

Sebelum mengambil keputusan memikul salib, Ia BERDOA di taman Getsemani.

Ketika Ia disalib, Ia berseru dengan pedih dan menDOAkan mazmur, “Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Daku?”
 
Di balik karya nyata Yesus selalu ada DOA.

Di balik karya yang gilang gemilang, selalu ada lutut yang setia bertelut.

Kita dapat saja melakukan karya nyata yang dikagumi banyak orang.

Namun kita tidak dapat serta merta mengatakan bahwa karya kita adalah doa kita.

Bahkan, kita dapat saja terjerumus memuliakan diri sendiri dalam karya kita.

Namun ingatlah, bahkan ketika tubuh kita terbaring lemah tak berdaya, 

satu-satunya karya yang dapat kita lakukan justru adalah BERDOA bagi kepentingan Gereja dan sesama.

Karya yang luar biasa sekalipun tidak dapat menggantikan DOA. 

Maka jangan meremehkan DOA.

DOA adalah jantung karya kita. 

~IOJC (tu scis quia amo te)~

Friday, January 11, 2013

"SESUNGGUHNYA, ENGKAULAH YANG MEMBUTUHKAN YESUS"

Yesus membutuhkan tanganmu untuk berbuat baik;
Ia membutuhkan matamu untuk melihat kebaikan
dalam diri orang lain;
Ia membutuhkan telingamu untuk mendengarkan jeritan
dan suara pilu dan derita orang lain;
Ia membutuhkan kehadiranmu untuk memberikan kesejukan dan kekuatan bagi orang lain yang sedang terpuruk dan putus asa.

Jika engkau mencoba melakukan semuanya, maka engkau akan sadar bahwa sesungguhnya engkaulah yang membutuhkan YESUS dalam dan di sepanjang hidupmu."

***Duc in Altum***
Renungan Malam: "SESUNGGUHNYA, ENGKAULAH YANG MEMBUTUHKAN YESUS"

Yesus membutuhkan tanganmu untuk berbuat baik;
Ia membutuhkan matamu untuk melihat kebaikan 
dalam diri orang lain;
Ia membutuhkan telingamu untuk mendengarkan jeritan 
dan suara pilu dan derita orang lain;
Ia membutuhkan kehadiranmu untuk memberikan kesejukan dan kekuatan bagi orang lain yang sedang terpuruk dan putus asa.

Jika engkau mencoba melakukan semuanya, maka engkau akan sadar bahwa sesungguhnya engkaulah yang membutuhkan YESUS dalam dan di sepanjang hidupmu."

***Duc in Altum***