Tuesday, November 6, 2012
Monday, November 5, 2012
Fratres,
Silakan sampaikan di sini, seperti apakah romo idaman yang ideal seturut dambaan kalian itu?
"Selamat sore, selamat bersantap malam dan janganlah lupa untuk membuat
tanda salib sebelum dan sesudah makan sebagai ungkapan rasa syukur atas
makanan, minuman dan rejeki yang sudah diterima sepanjang hari ini."
"Ubi bene, ibi patria!"--"Di mana seseorang merasa betah, di sanalah tanah airnya berada."
[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada keselamatan. ~Thomas A Kempis, 'De Imitatione Christi', II, 2, 2]
[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada keselamatan. ~Thomas A Kempis, 'De Imitatione Christi', II, 2, 2]
Sunday, November 4, 2012
Fratres,
mengenai kalung ROSARIO itu:
Selama pergolakan yang terjadi setelah adanya usaha perebutan kekuasaan
oleh Komunis yang gagal di Indonesia pada tahun 1965, setiap orang yang
dicurigai sebagai komunis segera "diamankan".
Orang-orang Katolik pada saat itu melindungi diri mereka dengan mengenakan Rosario di leher.
Bahkan orang buta huruf pun tahu bahwa tak seorang pun yang mengenakan Rosario di lehernya itu adalah seorang komunis.
Jadi, Rosario telah menyelamatkan banyak orang. ~Pastor Frank Mihalic
"Ad impossibilia nemo tenetur!"--"Tak seorangpun berkewajiban melakukan hal yang mustahil "
[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada keselamatan. ~Thomas A Kempis, 'De Imitatione Christi', II, 2, 2]
Bahkan orang buta huruf pun tahu bahwa tak seorang pun yang mengenakan Rosario di lehernya itu adalah seorang komunis.
Jadi, Rosario telah menyelamatkan banyak orang. ~Pastor Frank Mihalic
"Ad impossibilia nemo tenetur!"--"Tak seorangpun berkewajiban melakukan hal yang mustahil "
[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada keselamatan. ~Thomas A Kempis, 'De Imitatione Christi', II, 2, 2]
[Titik Akhir Kehidupan]. Di dalam kehidupan
manusia tidak ada sesuatu yang begitu mengajak kita berpikir-pikir
daripada kematian. Tidak ada yang begitu goyah daripada kemewahan dan
kesehatan. Seringkali k
ita berkenalan
dengan kematian, yang biasanya mengacaukan kehidupan kita sendiri. Tiap
peristiwa kematian mempunyai bahasanya sendiri terhadap kita pribadi,
karena manusia yang masih hidup dan sehat mengerti bahwa ia solider
dengan seluruh umat manusia yang harus mati. Anggota tubuh yang sekarang
ini masih kokoh kuat dan menjalankan fungsinya dengan baik, wajah yang
indah ini, akan hilang lenyap.
Kematian sangat mengerikan bagi kodrat kita, dalam arti kata yang sebenarnya. Apabila kematian tiba, kodrat kita merasa takut dan gemetar karena kita masih ingin hidup. Kematian adalah pemusnahan kehidupan, pemecahan dari kesatuan yang hidup dari manusia itu sendiri. Di samping itu timbul pula pertanyaan yang menakutkan: Apakah yang akan terjadi sesudah itu? Manusia gemetar melewati pintu gelap gulita itu untuk sampai ke tempat di mana belum ada seorang pun yang pulang kembali. Pikiran kita tidak dapat mengatakan yang jelas tentang kehidupan di balik dinding kematian.
[Akibat Dosa.] Iman kita juga mengajarkan kita tentang asal mula kematian itu. Dari wahyu, kita mengetahui bahwa kematian tidak termasuk dalam rencana asaliah Tuhan. Sebelum manusia mengacaukan keadaan dengan dosa, sebelum itu belum ada kematian. Dosa adalah sebab utama dari kematian. Kematian telah masuk ke dalam dunia oleh dosa. Kematian telah menjalar kepada semua orang karena semua orang telah berbuat dosa. (Rom 5:12). Kematian tidak dibuat oleh Allah dan Ia pun tidak bergembira atas kemusnahan yang hidup. Allah telah menciptakan manusia untuk kebakaan tetapi kedengkian setan telah memasukkan kematian ke dalam dunia. (Kebijaksanaan Salomo 2:23-24). Karena kesalahan pribadi maka manusia sendiri bertanggungjawab atas kematian; kematian adalah siksa yang adil dari pihak Tuhan untuk dosa yang dilakukan oleh manusia.
Di kayu salib, Kristus telah mengalahkan segala kekuatan yang bertentangan dengan Allah. Ia telah melemparkan penguasa dunia ini ke luar. (Yoh 12:31). Ia telah menghapuskan surat hutang kita dengan darah-Nya (Kol 2:14) dan telah mematahkan kuasa maut (2 Tim 1:10). Tetapi bersama itu tidak dikatakan bahwa sekarang tidak ada lagi dosa dan kematian di atas dunia ini. Salib Kristus adalah sebab universal dari pada kebahagiaan kita; itulah kekuatan yang membuat setiap orang dapat memperoleh pengampunan dan kehidupan. Setan sudah kalah, tetapi perjuangan berlangsung terus selama sejarah umat manusia dari turunan yang satu ke turunan yang lain. Selama ada manusia baru, selama ada turunan dari Adam lama, firdaus tidak akan kembali. Dan selama kekuatan dosa masih ada, selama itu kematian juga masih ada. Karena itu semua orang akan mati dalam persekutuan dengan Adam (1 Kor 15:22) dan karena itu juga kematian adalah musuh terakhir yang dibinasakan. (1 Kor 15:26)
[Pembersihan.] Kematian masih mempunyai suatu arti yang lebih mendalam bagi kehidupan manusiawi. Kehidupan adalah jalan menuju Allah. Tetapi di dalam kodrat kita yang sudah dicemari oleh dosa terdapat banyak rintangan. Untuk dipersatukan lagi dengan Allah dibutuhkan kemurnian hati yang besar. Seluruh kehidupan harus merupakan suatu proses pembersihan. Pembersihan yang terus menerus ini adalah mutlak perlu. Fase yang terakhir dan yang menentukan di dalam proses ini adalah kematian. Kematian berarti perpisahan dari segala yang fana.
[Kelahiran Baru.] Seorang Kristen memandang kematian bukan sebagai titik akhir, tetapi sebagai titik mula. Memang, kematian mengakhiri banyak hal: kenikmatan duniawi, kekayaan duniawi dan kehormatan duniawi; semuanya itu berakhir untuk selama-lamanya. Bagi mereka yang tidak merindukan sesuatu yang lain dan bagi mereka yang tidak mengharapkan sesuatu sesudah kehidupan ini, kematian merupakan suatu bencana. Tetapi seorang Kristen memandang kematian sebagai suatu kelahiran untuk kehidupan baru. Baginya kematian merupakan perpisahan yang menyedihkan dari sekian banyak hali yang begitu berkenan kepadanya. Tetapi ia tahu juga bahwa ia menuju ke suatu kehidupan yang lebih baik, suatu kehidupan penuh terang, kegembiraan dan kebebasan. Jikalau dipandang demikian, maka kematian adalah sesuatu yang baik, sesuatu yang patut diterima dan tidak boleh ditolak. Seorang Kristen harus merindukannya di dalam Kristus. Dan apabila seluruh kehidupan kita di dunia ini dapat disimpulkan dalam satu perkataan ialah perkataan Kristus, maka kematian adalah suatu keuntungan. (Fil 1:21)
[Persamaan dengan Kristus.] Kita mati bersama Kristus. Kematian tidak hanya pintu yang menghantar kita ke sesuatu yang lebih baik bagi kita secara pribadi. Kematian juga adalah suatu persatuan yang khusus dengan Kristus. Pikiran ini memberi semangat dan penghiburan. Bagi seorang Kristen tidak ada yang lebih baik daripada hidup bersama Kristus. Dengan demikian kematian Kristiani mempunyai sifat khas. Di mana Aku berada, di situ pelayan-Ku akan berada. (Yoh 12:26). Sebelum Kristus masuk ke dalam kemuliaan-Nya, Ia tergantung di salib. Bukankah Kristus harus menderita semuanya itu untuk masuk dalam kemuliaan-Nya? (Luk 24:26). Demikianlah jalan yang harus dilalui seorang Kristen. Setiap anggota menerima nasib dari kepalanya. Di dalam kepahitan kematian, tersembunyi kemanisan yang benar. Masih ada suatu rahasia di dalam kematian Kristen. Kematian Kristus tidak hanya bermanfaat bagi Diri-Nya sendiri, tetapi juga bagi kebahagiaan dunia. Kematian seorang Kristen harus mengambil bagian dalam kematian Kristus. Kematiannya harus bermanfaat bukan untuk dirinya sendiri, penghapusan dosa dan penerimaan kehidupan baru, tetapi juga berguna bagi orang lain. Dan sebagaimana kematian menjadi jalan menuju kepada kebahagiaan dan kemuliaan, demikian pula kematian kita adalah titik akhir pembuangan kita di dunia ini dan pengantar kita ke rumah Bapa yang ada di Surga.
Sumber:
Pater Herman Embruiru, SVD
Aku Percaya hlm. 164-166
Kematian sangat mengerikan bagi kodrat kita, dalam arti kata yang sebenarnya. Apabila kematian tiba, kodrat kita merasa takut dan gemetar karena kita masih ingin hidup. Kematian adalah pemusnahan kehidupan, pemecahan dari kesatuan yang hidup dari manusia itu sendiri. Di samping itu timbul pula pertanyaan yang menakutkan: Apakah yang akan terjadi sesudah itu? Manusia gemetar melewati pintu gelap gulita itu untuk sampai ke tempat di mana belum ada seorang pun yang pulang kembali. Pikiran kita tidak dapat mengatakan yang jelas tentang kehidupan di balik dinding kematian.
[Akibat Dosa.] Iman kita juga mengajarkan kita tentang asal mula kematian itu. Dari wahyu, kita mengetahui bahwa kematian tidak termasuk dalam rencana asaliah Tuhan. Sebelum manusia mengacaukan keadaan dengan dosa, sebelum itu belum ada kematian. Dosa adalah sebab utama dari kematian. Kematian telah masuk ke dalam dunia oleh dosa. Kematian telah menjalar kepada semua orang karena semua orang telah berbuat dosa. (Rom 5:12). Kematian tidak dibuat oleh Allah dan Ia pun tidak bergembira atas kemusnahan yang hidup. Allah telah menciptakan manusia untuk kebakaan tetapi kedengkian setan telah memasukkan kematian ke dalam dunia. (Kebijaksanaan Salomo 2:23-24). Karena kesalahan pribadi maka manusia sendiri bertanggungjawab atas kematian; kematian adalah siksa yang adil dari pihak Tuhan untuk dosa yang dilakukan oleh manusia.
Di kayu salib, Kristus telah mengalahkan segala kekuatan yang bertentangan dengan Allah. Ia telah melemparkan penguasa dunia ini ke luar. (Yoh 12:31). Ia telah menghapuskan surat hutang kita dengan darah-Nya (Kol 2:14) dan telah mematahkan kuasa maut (2 Tim 1:10). Tetapi bersama itu tidak dikatakan bahwa sekarang tidak ada lagi dosa dan kematian di atas dunia ini. Salib Kristus adalah sebab universal dari pada kebahagiaan kita; itulah kekuatan yang membuat setiap orang dapat memperoleh pengampunan dan kehidupan. Setan sudah kalah, tetapi perjuangan berlangsung terus selama sejarah umat manusia dari turunan yang satu ke turunan yang lain. Selama ada manusia baru, selama ada turunan dari Adam lama, firdaus tidak akan kembali. Dan selama kekuatan dosa masih ada, selama itu kematian juga masih ada. Karena itu semua orang akan mati dalam persekutuan dengan Adam (1 Kor 15:22) dan karena itu juga kematian adalah musuh terakhir yang dibinasakan. (1 Kor 15:26)
[Pembersihan.] Kematian masih mempunyai suatu arti yang lebih mendalam bagi kehidupan manusiawi. Kehidupan adalah jalan menuju Allah. Tetapi di dalam kodrat kita yang sudah dicemari oleh dosa terdapat banyak rintangan. Untuk dipersatukan lagi dengan Allah dibutuhkan kemurnian hati yang besar. Seluruh kehidupan harus merupakan suatu proses pembersihan. Pembersihan yang terus menerus ini adalah mutlak perlu. Fase yang terakhir dan yang menentukan di dalam proses ini adalah kematian. Kematian berarti perpisahan dari segala yang fana.
[Kelahiran Baru.] Seorang Kristen memandang kematian bukan sebagai titik akhir, tetapi sebagai titik mula. Memang, kematian mengakhiri banyak hal: kenikmatan duniawi, kekayaan duniawi dan kehormatan duniawi; semuanya itu berakhir untuk selama-lamanya. Bagi mereka yang tidak merindukan sesuatu yang lain dan bagi mereka yang tidak mengharapkan sesuatu sesudah kehidupan ini, kematian merupakan suatu bencana. Tetapi seorang Kristen memandang kematian sebagai suatu kelahiran untuk kehidupan baru. Baginya kematian merupakan perpisahan yang menyedihkan dari sekian banyak hali yang begitu berkenan kepadanya. Tetapi ia tahu juga bahwa ia menuju ke suatu kehidupan yang lebih baik, suatu kehidupan penuh terang, kegembiraan dan kebebasan. Jikalau dipandang demikian, maka kematian adalah sesuatu yang baik, sesuatu yang patut diterima dan tidak boleh ditolak. Seorang Kristen harus merindukannya di dalam Kristus. Dan apabila seluruh kehidupan kita di dunia ini dapat disimpulkan dalam satu perkataan ialah perkataan Kristus, maka kematian adalah suatu keuntungan. (Fil 1:21)
[Persamaan dengan Kristus.] Kita mati bersama Kristus. Kematian tidak hanya pintu yang menghantar kita ke sesuatu yang lebih baik bagi kita secara pribadi. Kematian juga adalah suatu persatuan yang khusus dengan Kristus. Pikiran ini memberi semangat dan penghiburan. Bagi seorang Kristen tidak ada yang lebih baik daripada hidup bersama Kristus. Dengan demikian kematian Kristiani mempunyai sifat khas. Di mana Aku berada, di situ pelayan-Ku akan berada. (Yoh 12:26). Sebelum Kristus masuk ke dalam kemuliaan-Nya, Ia tergantung di salib. Bukankah Kristus harus menderita semuanya itu untuk masuk dalam kemuliaan-Nya? (Luk 24:26). Demikianlah jalan yang harus dilalui seorang Kristen. Setiap anggota menerima nasib dari kepalanya. Di dalam kepahitan kematian, tersembunyi kemanisan yang benar. Masih ada suatu rahasia di dalam kematian Kristen. Kematian Kristus tidak hanya bermanfaat bagi Diri-Nya sendiri, tetapi juga bagi kebahagiaan dunia. Kematian seorang Kristen harus mengambil bagian dalam kematian Kristus. Kematiannya harus bermanfaat bukan untuk dirinya sendiri, penghapusan dosa dan penerimaan kehidupan baru, tetapi juga berguna bagi orang lain. Dan sebagaimana kematian menjadi jalan menuju kepada kebahagiaan dan kemuliaan, demikian pula kematian kita adalah titik akhir pembuangan kita di dunia ini dan pengantar kita ke rumah Bapa yang ada di Surga.
Sumber:
Pater Herman Embruiru, SVD
Aku Percaya hlm. 164-166
Friday, November 2, 2012
PERINGATAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN
Jumat, 2 November 2012
Injil: Yoh 6: 37-40
Yesus bersabda dalam Injil pagi ini: "Dan inilah kehendak Dia yang
telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya
kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi akan Kubangkitkan pada akhir
zaman."
Wow...bukankah betapa berartinya Anda yang menjadi
pengikut Kristus di dalam Gereja-Nya? Karena sesungguhnya, Anda adalah
pemberian terindah dari Bapa kepada Sang Anak untuk dituntun dan dibawa
kembali kepada Bapa.
Pagi ini, kudatangi engkau para sahabatku dan mengatakan yang satu ini;
"Kelahiran telah membawamu dari Bapa ke dalam dunia. Kematian akan
menghantarmu pulang kepada Sang Bapa. Namun, ingat bahwa antara
kelahiran dan kematian adalah kehidupan. Dan, kehidupan adalah medan
juang bagimu untuk membuktikan diri apakah Anda pantas atau tidak untuk
dibawa kembali oleh Sang Putra ke tempat dari mana engkau telah datang,
yakni Rumah Bapa.
Renungkanlah ini; Betapa besar cinta Allah
akan dunia sehingga Ia mengaruniakan Putra-Nya sendiri untuk datang dan
membawamu kembali kepada-Nya. Ya, Yesuslah Jalan, Kebenaran dan
Kehidupan, yang ingin agar engkau hidup sesuai dengan kebenaran Ilahi
sehingga engkau pun dilayakkan untuk dibawa-Nya serta menghadap Bapa.
Namun, kuingatkan kepadamu bahwa "hanya mereka yang mendengarkan Dia dan
hidup sesuai dengan Firman-Nyalah yang akan diizinkan untuk berada di
dalam satu kapal yang dinahkodai oleh Yesus menuju Sang Bapa.
Salam dan doa seorang sahabat untuk para sahabatnya,
***Duc in Altum***
Yesus bersabda dalam Injil pagi ini: "Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi akan Kubangkitkan pada akhir zaman."
Wow...bukankah betapa berartinya Anda yang menjadi pengikut Kristus di dalam Gereja-Nya? Karena sesungguhnya, Anda adalah pemberian terindah dari Bapa kepada Sang Anak untuk dituntun dan dibawa kembali kepada Bapa.
Pagi ini, kudatangi engkau para sahabatku dan mengatakan yang satu ini;
"Kelahiran telah membawamu dari Bapa ke dalam dunia. Kematian akan menghantarmu pulang kepada Sang Bapa. Namun, ingat bahwa antara kelahiran dan kematian adalah kehidupan. Dan, kehidupan adalah medan juang bagimu untuk membuktikan diri apakah Anda pantas atau tidak untuk dibawa kembali oleh Sang Putra ke tempat dari mana engkau telah datang, yakni Rumah Bapa.
Renungkanlah ini; Betapa besar cinta Allah akan dunia sehingga Ia mengaruniakan Putra-Nya sendiri untuk datang dan membawamu kembali kepada-Nya. Ya, Yesuslah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan, yang ingin agar engkau hidup sesuai dengan kebenaran Ilahi sehingga engkau pun dilayakkan untuk dibawa-Nya serta menghadap Bapa. Namun, kuingatkan kepadamu bahwa "hanya mereka yang mendengarkan Dia dan hidup sesuai dengan Firman-Nyalah yang akan diizinkan untuk berada di dalam satu kapal yang dinahkodai oleh Yesus menuju Sang Bapa.
Salam dan doa seorang sahabat untuk para sahabatnya,
***Duc in Altum***
Thursday, November 1, 2012
Tulisan Tangan dari Sebuah Hati untuk Hati:
"APAKAH ANDA MENIKMATI BUAH TANGANKU?"
Kata orang; "Hidup adalah sebuah perjalanan." Dan perjalanan berarti setiap orang berangkat dari sebuah titik awal/mulai dan akan berakhir pada sebuah tempat tujuan.
Hidup memang terberi oleh Sang Khalik kepada setiap orang untuk memulai perjalanannya. Ia memberi otak untuk berpikir, hati untuk merenung/merasa, mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, dan betapa pentingnya kaki untuk menginjakkan bumi untuk memulai tapak-tapak menuju titik akhir itu.
Meskipun demikian, tidak semua mata dapat melihat apa yang bisa terlihat; tidak semua telinga mampu mendengar bunyi suara; dan terlebih lagi tidak semua hati mampu memaknai apa yang terlihat dan terdengar dan yang dapat dirasakan. Bisa saja terjadi bahwa banyak orang hanya fokus pada titik akhir sehingga mereka berjalan begitu cepat untuk menggapainya, sehingga tidak lagi menikmati keindahan di sepanjang jalan itu, bahkan lebih mengerikan lagi jika setiap orang tahu titik akhir perjalanannya tapi tidak menikmatinya.
Saat ini kudatangi engkau sebagai sahabatku dan membisikkan padamu bahwa apa pun jalan yang Anda tempuh, dengan cara apa pun Anda menjalaninya, tapi satu yang pasti, yang akan keluar dari Mulut Sang Pencipta adalah "apakah Anda menikmati bumi ciptaan-Ku sesuai dengan kehendak-Ku?"
Ingat....ketika hidup masih terberi untukmu, maka itu berarti Tuhan masih memberimu kesempatan untuk mempersiapkan jawaban akhir bagi-Nya. Tidak ada seorang pun yang akan membantumu memberi jawaban kepada-Nya, selain dirimu sendiri.
Goresan hati seorang sahabat untuk para sahabatnya,
***Duc in Altum***
Tulisan Tangan dari Sebuah Hati untuk Hati:
"APAKAH ANDA MENIKMATI BUAH TANGANKU?"
Kata orang; "Hidup adalah sebuah perjalanan." Dan perjalanan berarti setiap orang berangkat dari sebuah titik awal/mulai dan akan berakhir pada sebuah tempat tujuan.
Hidup memang terberi oleh Sang Khalik kepada setiap orang untuk memulai perjalanannya. Ia memberi otak untuk berpikir, hati untuk merenung/merasa, mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, dan betapa pentingnya kaki untuk menginjakkan bumi untuk memulai tapak-tapak menuju titik akhir itu.
Meskipun demikian, tidak semua mata dapat melihat apa yang bisa terlihat; tidak semua telinga mampu mendengar bunyi suara; dan terlebih lagi tidak semua hati mampu memaknai apa yang terlihat dan terdengar dan yang dapat dirasakan. Bisa saja terjadi bahwa banyak orang hanya fokus pada titik akhir sehingga mereka berjalan begitu cepat untuk menggapainya, sehingga tidak lagi menikmati keindahan di sepanjang jalan itu, bahkan lebih mengerikan lagi jika setiap orang tahu titik akhir perjalanannya tapi tidak menikmatinya.
Saat ini kudatangi engkau sebagai sahabatku dan membisikkan padamu bahwa apa pun jalan yang Anda tempuh, dengan cara apa pun Anda menjalaninya, tapi satu yang pasti, yang akan keluar dari Mulut Sang Pencipta adalah "apakah Anda menikmati bumi ciptaan-Ku sesuai dengan kehendak-Ku?"
Ingat....ketika hidup masih terberi untukmu, maka itu berarti Tuhan masih memberimu kesempatan untuk mempersiapkan jawaban akhir bagi-Nya. Tidak ada seorang pun yang akan membantumu memberi jawaban kepada-Nya, selain dirimu sendiri.
Goresan hati seorang sahabat untuk para sahabatnya,
***Duc in Altum***
"APAKAH ANDA MENIKMATI BUAH TANGANKU?"
Kata orang; "Hidup adalah sebuah perjalanan." Dan perjalanan berarti setiap orang berangkat dari sebuah titik awal/mulai dan akan berakhir pada sebuah tempat tujuan.
Hidup memang terberi oleh Sang Khalik kepada setiap orang untuk memulai perjalanannya. Ia memberi otak untuk berpikir, hati untuk merenung/merasa, mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, dan betapa pentingnya kaki untuk menginjakkan bumi untuk memulai tapak-tapak menuju titik akhir itu.
Meskipun demikian, tidak semua mata dapat melihat apa yang bisa terlihat; tidak semua telinga mampu mendengar bunyi suara; dan terlebih lagi tidak semua hati mampu memaknai apa yang terlihat dan terdengar dan yang dapat dirasakan. Bisa saja terjadi bahwa banyak orang hanya fokus pada titik akhir sehingga mereka berjalan begitu cepat untuk menggapainya, sehingga tidak lagi menikmati keindahan di sepanjang jalan itu, bahkan lebih mengerikan lagi jika setiap orang tahu titik akhir perjalanannya tapi tidak menikmatinya.
Saat ini kudatangi engkau sebagai sahabatku dan membisikkan padamu bahwa apa pun jalan yang Anda tempuh, dengan cara apa pun Anda menjalaninya, tapi satu yang pasti, yang akan keluar dari Mulut Sang Pencipta adalah "apakah Anda menikmati bumi ciptaan-Ku sesuai dengan kehendak-Ku?"
Ingat....ketika hidup masih terberi untukmu, maka itu berarti Tuhan masih memberimu kesempatan untuk mempersiapkan jawaban akhir bagi-Nya. Tidak ada seorang pun yang akan membantumu memberi jawaban kepada-Nya, selain dirimu sendiri.
Goresan hati seorang sahabat untuk para sahabatnya,
***Duc in Altum***
Wednesday, October 31, 2012
DAN DIA ADALAH AYAHKU
Alkisah suatu ketika, ada seorang anak yang menangis menemui guru
kesayangannya. Sang anak rela berjalan jauh mendatangi rumah gurunya
tersebut. Anak itu berumur sekitar 12 tahun. Namanya Ade.
“Pak Guru, aku benci pada Ayahku!... Benci sekali!” teriaknya sambil mendekati gurunya.
“Tenang dulu Ade... tenang...” sang guru mencoba menenangkan Ade, anak yang menangis tersedu-sedu, sambil memeluk dirinya.
“Kenapa Ade membenci Ayah? Coba katakan dengan tenang.”
”Pak Guru, Ayah sering membentakku... Ayah sering menjewerku! Baru
saja, saya dimarahin... Pokoknya aku benci dia!” jawab Ade sambil
menangis.
”Tenang, dulu Ade...”, ucap Gurunya, sambil mengambil sebuah kertas dan pena, yang kemudian di berikan kepada Ade.
”Coba Ade tuliskan di kertas ini, apa saja kekurangan Ayah Ade, sejak
Ade masih kecil hingga sekarang...” kata sang guru kepada Ade. Ade
terheran-heran sambil mengusap air matanya. Dia menatap kertas yang
disodorkan gurunya.
Perlahan-lahan Ade mulai menuliskannya satu
persatu kekurangan Ayahnya. Ayahnya yang suka membentak, suka menjewer
dia, dan marah-marah. Dia tulis satu persatu dalam kertas tersebut.
”Sudah Ade?... Kalau sudah, sekarang coba tuliskan segala kelebihan dan
kebaikan Ayahmu, sejak Ade masih kecil sekali hingga sekarang... Ayo,
tuliskan...” pinta gurunya.
Sejenak Ade berfikir, dengan
pandangan condong keatas, mencoba mengingat masa lalunya. Hingga satu
persatu ia tuliskan kelebihan dan kebaikan ayahnya. Ayahnya yang suka
membelikan dia mainan, mengajak bermain di taman, menggendongnya,
membelikan es krim, menemaninya belajar, dan lainnya.
”Sudah Ade?” tanya sang guru dengan halus. Adepun menganggukkan kepalanya, sambil menatap wajah sang guru.
”Nah coba perhatikan, ternyata jauh lebih banyak kebaikan dan kelebihan
Ayahmu, dibandingkan kekurangan dan keburukan Ayahmu. Lalu kenapa Ade
masih membenci beliau? Harusnya Ade, bersyukur kepada Allah, karena
diberikan Ayah yang mencintaimu.”
”Tahukah Ade, ketika engkau
masih berada dalam kandungan ibu. Ayah sangat senang mendengar bahwa
beliau akan menjadi ayah. Beliau memberitahu kepada seluruh temannya.
Dengan bangga dia bercerita bahwa ia akan menjadi bapak. Anak ini Insya
Allah akan menjadi anak yang sholeh atau sholehah, berguna bagi Agama,
bangsa dan negara. Itulah kata-kata yang dicapkan Ayahmu kepada
teman-temannya”
”Tahukah engkau, ketika ibumu akan melahirkan
dirimu? Beliau pontang panting mencari bidan terbaik, agar engkau lahir
di dunia ini dengan sehat dan sempurna. Beliau tak peduli berapa banyak
biaya yang harus dikeluarkan. Hingga tiba saatnya beliau menangis
bahagia ketika melihat dirimu lahir dengan sehat. Sujud syukur dia
lakukan tuk mensyukuri karunia-Nya, sambil berdoa agar dirimu menjadi
anak yang sholeh, dan berbakti.”
”Tahukah engkau, ketika engkau
masih bayi, Ayahmu dan Ibumulah yang membersihkan kotoranmu. Ketika
engkau sulit bernafas karena pilek, beliau yang menyedot kotoran
hidungmu dengan mulut beliau...”
”Pasti engkau ingat Ade?
Ketika engkau harus sekolah, beliau harus membelikan seragam, buku,
sepatu, dan lain-lain untukmu. Tahukah engkau Ade, bahwa beliau harus
hutang sana sini untuk membelikan itu semua. Beliau merelakan bekerja
seharian untuk membayar hutang-hutang itu.”
”Lalu, apakah pantas Ade membenci Beliau?” tanya sang guru.
Ade menunduk dan air matanya mengalir kembali. ”Tidak pantas Pak Guru.” jawabnya lirih sambil tersedu-sedu.
”Nah, pulanglah segera. Pasti beliau sedang mencarimu kemana-mana
karena mengkhwatirkanmu. Minta maaflah kepada Beliau. Dan berjanjilah
akan menjadi anak yang sholeh yang berbakti kepada orang tua.”
”Tok... tok... tok... ” tiba-tiba terdengar seorang tamu mengetok pintu rumah.
silahkan masuk siapa ya?” Pak Guru segera membukakan pintu.
Ade terperanjat kaget melihat seorang pria yang berada di depan pintu
itu. Adepun langsung beranjak berdiri dan memeluknya. Ya, tamu itu
adalah ayahnya yang sedang mencari Ade. Sang Guru hanya menatap terharu
melihatnya mereka berdua berpelukan.
Saudara terkasih dalam
Kristus, Ayah kita adalah sebaik-baik lelaki yang mencintai kita.
Mungkin sikapnya tidak sesuai dengan harapan kita. Tapi yakinlah, jangan
pernah meragukan, akan ketulusan dan kebesaraan cintanya kepada kita.
Amin
Subscribe to:
Posts (Atom)