Monday, January 14, 2013
Sunday, January 13, 2013
Bacaan Katekismus Gereja Katolik dalam Setahun
729 Baru setelah saat kemuliaan-Nya tiba, Yesus menjanjikan kedatangan
Roh Kudus, karena dalam kematian dan kebangkitan-Nya akan terpenuhilah
janji yang diberikan kepada para bapa Bdk. Yoh 14:16-17.26; 15:26;
16:7-15; 17:26.: Roh kebenaran, paraklet [penghibur] yang lain, akan
diberikan oleh Bapa karena doa Yesus; Ia akan dikirim oleh Bapa, karena
Ia keluar dari Bapa. Roh Kudus akan datang; kita akan mengenal-Nya; Ia
akan selalu hadir di tengah-tengah kita. Ia akan mengajar kita dan akan
mengingatkan kita akan segala sesuatu yang telah dikatakan Kristus
kepada kita, dan memberi kesaksian tentang Dia; Ia akan mengantar kita
kepada seluruh kebenaran dan akan memuliakan Kristus. Ia akan
membuktikan kepada dunia mengenai dosa, keadilan dan pengadilan.
730 Akhirnya saat Yesus tiba Bdk. Yoh 13:1; 17:1.: Ia menyerahkan
roh-Nya ke dalam tangan Bapa Bdk. Luk 23:46. Yoh 19:30. ketika Ia
mengalahkan maut dengan kematian-Nya.
Setelah Ia "dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa" (Rm
6:4), Ia langsung memberikan Roh, dengan menghembusi murid-murid-Nya
Bdk. Yoh 20:22.. Mulai saat itu perutusan Kristus dan Roh Kudus menjadi
perutusan Gereja: "Sama seperti Bapa mengutus Aku demikian juga sekarang
Aku mengutus kamu" (Yoh 20:21) Bdk. Mat 28:19; Luk 24:47-48; Kis 1:8..
Anda sedang membaca di bagian mana?
https://www.facebook.com/ notes/gereja-katolik/ daftar-artikel-artikel-katekism us-gereja-katolik/ 10151191925577440
"JADILAH KEBANGGAAN ORANG TUAMU"
Siapa pun Anda sebagai anak saat ini
tapi sewaktu kecil engkau adalah kesayangan
papa dan mamamu.
Karena itu, betapa berbunga-bunganya Hati Sang Putra ketika mendengar sapaan lembut Sang Bapa kepada-Nya:
"Engkaulah Putra-Ku yang Kukasihi.
Kepada-Mulah Aku berkenan."
Semoga sapaan seperti ini takan pernah sulit terucap
dari mulut dan takan pernah hilang dari hati orang tuamu terhadapmu.
***Duc in Altum***
"JADILAH KEBANGGAAN ORANG TUAMU"
Siapa pun Anda sebagai anak saat ini
tapi sewaktu kecil engkau adalah kesayangan
papa dan mamamu.
Karena itu, betapa berbunga-bunganya Hati Sang Putra ketika mendengar sapaan lembut Sang Bapa kepada-Nya:
"Engkaulah Putra-Ku yang Kukasihi.
Kepada-Mulah Aku berkenan."
Semoga sapaan seperti ini takan pernah sulit terucap
dari mulut dan takan pernah hilang dari hati orang tuamu terhadapmu.
***Duc in Altum***
Siapa pun Anda sebagai anak saat ini
tapi sewaktu kecil engkau adalah kesayangan
papa dan mamamu.
Karena itu, betapa berbunga-bunganya Hati Sang Putra ketika mendengar sapaan lembut Sang Bapa kepada-Nya:
"Engkaulah Putra-Ku yang Kukasihi.
Kepada-Mulah Aku berkenan."
Semoga sapaan seperti ini takan pernah sulit terucap
dari mulut dan takan pernah hilang dari hati orang tuamu terhadapmu.
***Duc in Altum***
Saturday, January 12, 2013
DOA : KARYA NYATA YANG PALING SEDERHANA NAMUN PALING UTAMA
Kita cenderung untuk terpukau pada karya nyata Yesus di depan umum yang
dilakukan-Nya sejak pembaptisan-Nya. Padahal, Ia melakukannya hanya
selama 3 tahun dari 33 tahun hidup-Nya di dunia.
Siapa di
antara kita yang berani menyangsikan bahwa Maria dan Yosef, sebagaimana
lazimnya orang tua Yahudi, juga mengajarkan-Nya untuk bertekun dalam
DOA sesuai tradisi bangsa yahudi?
Siapa di antara kita yang berani menyangsikan bahwa hati-Nya penuh dengan DOA kepada Bapa-Nya ketika Ia dibaptis?
Pada awal karya pelayanan-Nya, Ia bukan mengajarkan bagaimana cara
untuk menarik simpati banyak orang, melainkan bagaimana BERDOA dengan
benar.
Dalam kesibukan pelayanan-Nya, Ia menyempatkan diri menyepi untuk BERDOA.
Sebelum diserahkan pada penguasa yang kejam, Yesus BERDOA kepada Bapa bagi kesatuan murid-murid-Nya.
Sebelum mengambil keputusan memikul salib, Ia BERDOA di taman Getsemani.
Ketika Ia disalib, Ia berseru dengan pedih dan menDOAkan mazmur, “Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Daku?”
Di balik karya nyata Yesus selalu ada DOA.
Di balik karya yang gilang gemilang, selalu ada lutut yang setia bertelut.
Kita dapat saja melakukan karya nyata yang dikagumi banyak orang.
Namun kita tidak dapat serta merta mengatakan bahwa karya kita adalah doa kita.
Bahkan, kita dapat saja terjerumus memuliakan diri sendiri dalam karya kita.
Namun ingatlah, bahkan ketika tubuh kita terbaring lemah tak berdaya,
satu-satunya karya yang dapat kita lakukan justru adalah BERDOA bagi kepentingan Gereja dan sesama.
Karya yang luar biasa sekalipun tidak dapat menggantikan DOA.
Maka jangan meremehkan DOA.
DOA adalah jantung karya kita.
~IOJC (tu scis quia amo te)~
DOA : KARYA NYATA YANG PALING SEDERHANA NAMUN PALING UTAMA
Kita cenderung untuk terpukau pada karya nyata Yesus di depan umum yang dilakukan-Nya sejak pembaptisan-Nya. Padahal, Ia melakukannya hanya selama 3 tahun dari 33 tahun hidup-Nya di dunia.
Siapa di antara kita yang berani menyangsikan bahwa Maria dan Yosef, sebagaimana lazimnya orang tua Yahudi, juga mengajarkan-Nya untuk bertekun dalam DOA sesuai tradisi bangsa yahudi?
Siapa di antara kita yang berani menyangsikan bahwa hati-Nya penuh dengan DOA kepada Bapa-Nya ketika Ia dibaptis?
Pada awal karya pelayanan-Nya, Ia bukan mengajarkan bagaimana cara untuk menarik simpati banyak orang, melainkan bagaimana BERDOA dengan benar.
Dalam kesibukan pelayanan-Nya, Ia menyempatkan diri menyepi untuk BERDOA.
Sebelum diserahkan pada penguasa yang kejam, Yesus BERDOA kepada Bapa bagi kesatuan murid-murid-Nya.
Sebelum mengambil keputusan memikul salib, Ia BERDOA di taman Getsemani.
Ketika Ia disalib, Ia berseru dengan pedih dan menDOAkan mazmur, “Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Daku?”
Di balik karya nyata Yesus selalu ada DOA.
Di balik karya yang gilang gemilang, selalu ada lutut yang setia bertelut.
Kita dapat saja melakukan karya nyata yang dikagumi banyak orang.
Namun kita tidak dapat serta merta mengatakan bahwa karya kita adalah doa kita.
Bahkan, kita dapat saja terjerumus memuliakan diri sendiri dalam karya kita.
Namun ingatlah, bahkan ketika tubuh kita terbaring lemah tak berdaya,
satu-satunya karya yang dapat kita lakukan justru adalah BERDOA bagi kepentingan Gereja dan sesama.
Karya yang luar biasa sekalipun tidak dapat menggantikan DOA.
Maka jangan meremehkan DOA.
DOA adalah jantung karya kita.
~IOJC (tu scis quia amo te)~
Kita cenderung untuk terpukau pada karya nyata Yesus di depan umum yang dilakukan-Nya sejak pembaptisan-Nya. Padahal, Ia melakukannya hanya selama 3 tahun dari 33 tahun hidup-Nya di dunia.
Siapa di antara kita yang berani menyangsikan bahwa Maria dan Yosef, sebagaimana lazimnya orang tua Yahudi, juga mengajarkan-Nya untuk bertekun dalam DOA sesuai tradisi bangsa yahudi?
Siapa di antara kita yang berani menyangsikan bahwa hati-Nya penuh dengan DOA kepada Bapa-Nya ketika Ia dibaptis?
Pada awal karya pelayanan-Nya, Ia bukan mengajarkan bagaimana cara untuk menarik simpati banyak orang, melainkan bagaimana BERDOA dengan benar.
Dalam kesibukan pelayanan-Nya, Ia menyempatkan diri menyepi untuk BERDOA.
Sebelum diserahkan pada penguasa yang kejam, Yesus BERDOA kepada Bapa bagi kesatuan murid-murid-Nya.
Sebelum mengambil keputusan memikul salib, Ia BERDOA di taman Getsemani.
Ketika Ia disalib, Ia berseru dengan pedih dan menDOAkan mazmur, “Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Daku?”
Di balik karya nyata Yesus selalu ada DOA.
Di balik karya yang gilang gemilang, selalu ada lutut yang setia bertelut.
Kita dapat saja melakukan karya nyata yang dikagumi banyak orang.
Namun kita tidak dapat serta merta mengatakan bahwa karya kita adalah doa kita.
Bahkan, kita dapat saja terjerumus memuliakan diri sendiri dalam karya kita.
Namun ingatlah, bahkan ketika tubuh kita terbaring lemah tak berdaya,
satu-satunya karya yang dapat kita lakukan justru adalah BERDOA bagi kepentingan Gereja dan sesama.
Karya yang luar biasa sekalipun tidak dapat menggantikan DOA.
Maka jangan meremehkan DOA.
DOA adalah jantung karya kita.
~IOJC (tu scis quia amo te)~
Friday, January 11, 2013
"SESUNGGUHNYA, ENGKAULAH YANG MEMBUTUHKAN YESUS"
Yesus membutuhkan tanganmu untuk berbuat baik;
Ia membutuhkan matamu untuk melihat kebaikan
dalam diri orang lain;
Ia membutuhkan telingamu untuk mendengarkan jeritan
dan suara pilu dan derita orang lain;
Ia membutuhkan kehadiranmu untuk memberikan kesejukan dan kekuatan bagi orang lain yang sedang terpuruk dan putus asa.
Jika engkau mencoba melakukan semuanya, maka engkau akan sadar bahwa
sesungguhnya engkaulah yang membutuhkan YESUS dalam dan di sepanjang
hidupmu."
***Duc in Altum***
"SESUNGGUHNYA, ENGKAULAH YANG MEMBUTUHKAN YESUS"
Yesus membutuhkan tanganmu untuk berbuat baik;
Ia membutuhkan matamu untuk melihat kebaikan
dalam diri orang lain;
Ia membutuhkan telingamu untuk mendengarkan jeritan
dan suara pilu dan derita orang lain;
Ia membutuhkan kehadiranmu untuk memberikan kesejukan dan kekuatan bagi orang lain yang sedang terpuruk dan putus asa.
Jika engkau mencoba melakukan semuanya, maka engkau akan sadar bahwa sesungguhnya engkaulah yang membutuhkan YESUS dalam dan di sepanjang hidupmu."
***Duc in Altum***
Yesus membutuhkan tanganmu untuk berbuat baik;
Ia membutuhkan matamu untuk melihat kebaikan
dalam diri orang lain;
Ia membutuhkan telingamu untuk mendengarkan jeritan
dan suara pilu dan derita orang lain;
Ia membutuhkan kehadiranmu untuk memberikan kesejukan dan kekuatan bagi orang lain yang sedang terpuruk dan putus asa.
Jika engkau mencoba melakukan semuanya, maka engkau akan sadar bahwa sesungguhnya engkaulah yang membutuhkan YESUS dalam dan di sepanjang hidupmu."
***Duc in Altum***
Thursday, January 10, 2013
Bacaan Katekismus Gereja Katolik dalam Setahun
715 Teks-teks nabi yang langsung menyangkut perutusan Roh Kudus adalah
ramalan-ramalan, di mana Tuhan - dalam bahasa janji - berbicara kepada
hati bangsa-Nya Bdk. Yeb 11:19; 36:25-28; 37:1-14; Yer 31:31-34; dan Yl
3:1-5: mengenai teks terakhir ini akan St. Petrus katakan, bahwa
terpenuhi pada pagi hari Pentekosta: Bdk. Kis 2:17. dalam nada "cinta
dan kesetiaan". Menurut janji-janji ini, Roh Tuhan akan membaharui hati
manusia pada "saat-saat terakhir", dengan menyampaikan kepada mereka
satu hukum baru. Ia akan mengumpulkan bangsa-bangsa yang terpisah dan
tercerai-berai dan mendamaikan mereka satu sama lain; Ia akan membaharui
ciptaan pertama dan di dalam ciptaan baru itu Allah akan hidup bersama
manusia dalam suasana damai.
716 Dalam diri kaum miskin Bdk.
misalnya Zef 2:3; Mzm 22:27; 34:3; Yes 49:13; 61:1. - orang yang rendah
hati dan lemah lembut, yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada rencana
Allahnya yang penuh rahasia, dan yang
menantikan keadilan bukan dari manusia, melainkan dari Mesias - Roh
Kudus berkarya selama masa janji-janji dalam perutusan-Nya yang
tersembunyi untuk mempersiapkan kedatangan Kristus. Hati mereka yang
dimurnikan dan diterangi oleh Roh, mengungkapkan diri dalam
mazmur-mazmur. Dalam diri orang-orang miskin ini, Roh tengah
mempersiapkan bagi Tuhan suatu "bangsa yang taat" Bdk. Luk 1:17.
Jika doa dipandang sebagai kewajiban, yang ada adalah keterpaksaan, padahal Tuhan tidak pernah memaksa.
Jika doa dipandang sebagai kebutuhan, maka kita hanya akan berdoa ketika kita butuh.
Jika doa merupakan suatu kerinduan, maka kerinduan itulah yang senantiasa akan menuntun kita untuk selalu berdoa.
--anonim, tercetak pada sebuah kalender--
~IOJC (tu scis quia amo te)~
Jika doa dipandang sebagai kewajiban, yang ada adalah keterpaksaan, padahal Tuhan tidak pernah memaksa.
Jika doa dipandang sebagai kebutuhan, maka kita hanya akan berdoa ketika kita butuh.
Jika doa merupakan suatu kerinduan, maka kerinduan itulah yang senantiasa akan menuntun kita untuk selalu berdoa.
--anonim, tercetak pada sebuah kalender--
~IOJC (tu scis quia amo te)~
Jika doa dipandang sebagai kebutuhan, maka kita hanya akan berdoa ketika kita butuh.
Jika doa merupakan suatu kerinduan, maka kerinduan itulah yang senantiasa akan menuntun kita untuk selalu berdoa.
--anonim, tercetak pada sebuah kalender--
~IOJC (tu scis quia amo te)~
Subscribe to:
Posts (Atom)