Sunday, January 13, 2013

"JADILAH KEBANGGAAN ORANG TUAMU"

Siapa pun Anda sebagai anak saat ini
tapi sewaktu kecil engkau adalah kesayangan
papa dan mamamu.

Karena itu, betapa berbunga-bunganya Hati Sang Putra ketika mendengar sapaan lembut Sang Bapa kepada-Nya:
"Engkaulah Putra-Ku yang Kukasihi.
Kepada-Mulah Aku berkenan."

Semoga sapaan seperti ini takan pernah sulit terucap
dari mulut dan takan pernah hilang dari hati orang tuamu terhadapmu.

***Duc in Altum***
Renungan Malam: "JADILAH KEBANGGAAN ORANG TUAMU"

Siapa pun Anda sebagai anak saat ini 
tapi sewaktu kecil engkau adalah kesayangan 
papa dan mamamu. 

Karena itu, betapa berbunga-bunganya Hati Sang Putra ketika mendengar sapaan lembut Sang Bapa kepada-Nya: 
"Engkaulah Putra-Ku yang Kukasihi. 
Kepada-Mulah Aku berkenan." 

Semoga sapaan seperti ini takan pernah sulit terucap 
dari mulut dan takan pernah hilang dari hati orang tuamu terhadapmu.

***Duc in Altum***

Saturday, January 12, 2013

DOA : KARYA NYATA YANG PALING SEDERHANA NAMUN PALING UTAMA

Kita cenderung untuk terpukau pada karya nyata Yesus di depan umum yang dilakukan-Nya sejak pembaptisan-Nya. Padahal, Ia melakukannya hanya selama 3 tahun dari 33 tahun hidup-Nya di dunia.

Siapa di antara kita yang berani menyangsikan bahwa Maria dan Yosef, sebagaimana lazimnya orang tua Yahudi, juga mengajarkan-Nya untuk bertekun dalam DOA sesuai tradisi bangsa yahudi?

Siapa di antara kita yang berani menyangsikan bahwa hati-Nya penuh dengan DOA kepada Bapa-Nya ketika Ia dibaptis?

Pada awal karya pelayanan-Nya, Ia bukan mengajarkan bagaimana cara untuk menarik simpati banyak orang, melainkan bagaimana BERDOA dengan benar.

Dalam kesibukan pelayanan-Nya, Ia menyempatkan diri menyepi untuk BERDOA.

Sebelum diserahkan pada penguasa yang kejam, Yesus BERDOA kepada Bapa bagi kesatuan murid-murid-Nya.

Sebelum mengambil keputusan memikul salib, Ia BERDOA di taman Getsemani.

Ketika Ia disalib, Ia berseru dengan pedih dan menDOAkan mazmur, “Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Daku?”

Di balik karya nyata Yesus selalu ada DOA.

Di balik karya yang gilang gemilang, selalu ada lutut yang setia bertelut.

Kita dapat saja melakukan karya nyata yang dikagumi banyak orang.

Namun kita tidak dapat serta merta mengatakan bahwa karya kita adalah doa kita.

Bahkan, kita dapat saja terjerumus memuliakan diri sendiri dalam karya kita.

Namun ingatlah, bahkan ketika tubuh kita terbaring lemah tak berdaya,

satu-satunya karya yang dapat kita lakukan justru adalah BERDOA bagi kepentingan Gereja dan sesama.

Karya yang luar biasa sekalipun tidak dapat menggantikan DOA.

Maka jangan meremehkan DOA.

DOA adalah jantung karya kita.

~IOJC (tu scis quia amo te)~
DOA : KARYA NYATA YANG PALING SEDERHANA NAMUN PALING UTAMA

Kita cenderung untuk terpukau pada karya nyata Yesus di depan umum yang dilakukan-Nya sejak pembaptisan-Nya. Padahal, Ia melakukannya hanya selama 3 tahun dari 33 tahun hidup-Nya di dunia. 

Siapa di antara kita yang berani menyangsikan bahwa Maria dan Yosef, sebagaimana lazimnya orang tua Yahudi, juga  mengajarkan-Nya untuk bertekun dalam DOA sesuai tradisi bangsa yahudi? 

Siapa di antara kita yang berani menyangsikan bahwa hati-Nya penuh dengan DOA kepada Bapa-Nya ketika Ia dibaptis? 

Pada awal karya pelayanan-Nya, Ia bukan mengajarkan bagaimana cara untuk menarik simpati banyak orang, melainkan bagaimana BERDOA dengan benar.

Dalam kesibukan pelayanan-Nya, Ia menyempatkan diri menyepi untuk BERDOA.

Sebelum diserahkan pada penguasa yang kejam, Yesus BERDOA kepada Bapa bagi kesatuan murid-murid-Nya.

Sebelum mengambil keputusan memikul salib, Ia BERDOA di taman Getsemani.

Ketika Ia disalib, Ia berseru dengan pedih dan menDOAkan mazmur, “Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Daku?”
 
Di balik karya nyata Yesus selalu ada DOA.

Di balik karya yang gilang gemilang, selalu ada lutut yang setia bertelut.

Kita dapat saja melakukan karya nyata yang dikagumi banyak orang.

Namun kita tidak dapat serta merta mengatakan bahwa karya kita adalah doa kita.

Bahkan, kita dapat saja terjerumus memuliakan diri sendiri dalam karya kita.

Namun ingatlah, bahkan ketika tubuh kita terbaring lemah tak berdaya, 

satu-satunya karya yang dapat kita lakukan justru adalah BERDOA bagi kepentingan Gereja dan sesama.

Karya yang luar biasa sekalipun tidak dapat menggantikan DOA. 

Maka jangan meremehkan DOA.

DOA adalah jantung karya kita. 

~IOJC (tu scis quia amo te)~

Friday, January 11, 2013

"SESUNGGUHNYA, ENGKAULAH YANG MEMBUTUHKAN YESUS"

Yesus membutuhkan tanganmu untuk berbuat baik;
Ia membutuhkan matamu untuk melihat kebaikan
dalam diri orang lain;
Ia membutuhkan telingamu untuk mendengarkan jeritan
dan suara pilu dan derita orang lain;
Ia membutuhkan kehadiranmu untuk memberikan kesejukan dan kekuatan bagi orang lain yang sedang terpuruk dan putus asa.

Jika engkau mencoba melakukan semuanya, maka engkau akan sadar bahwa sesungguhnya engkaulah yang membutuhkan YESUS dalam dan di sepanjang hidupmu."

***Duc in Altum***
Renungan Malam: "SESUNGGUHNYA, ENGKAULAH YANG MEMBUTUHKAN YESUS"

Yesus membutuhkan tanganmu untuk berbuat baik;
Ia membutuhkan matamu untuk melihat kebaikan 
dalam diri orang lain;
Ia membutuhkan telingamu untuk mendengarkan jeritan 
dan suara pilu dan derita orang lain;
Ia membutuhkan kehadiranmu untuk memberikan kesejukan dan kekuatan bagi orang lain yang sedang terpuruk dan putus asa.

Jika engkau mencoba melakukan semuanya, maka engkau akan sadar bahwa sesungguhnya engkaulah yang membutuhkan YESUS dalam dan di sepanjang hidupmu."

***Duc in Altum***

Thursday, January 10, 2013

Bacaan Katekismus Gereja Katolik dalam Setahun

715 Teks-teks nabi yang langsung menyangkut perutusan Roh Kudus adalah ramalan-ramalan, di mana Tuhan - dalam bahasa janji - berbicara kepada hati bangsa-Nya Bdk. Yeb 11:19; 36:25-28; 37:1-14; Yer 31:31-34; dan Yl 3:1-5: mengenai teks terakhir ini akan St. Petrus katakan, bahwa terpenuhi pada pagi hari Pentekosta: Bdk. Kis 2:17. dalam nada "cinta dan kesetiaan". Menurut janji-janji ini, Roh Tuhan akan membaharui hati manusia pada "saat-saat terakhir", dengan menyampaikan kepada mereka satu hukum baru. Ia akan mengumpulkan bangsa-bangsa yang terpisah dan tercerai-berai dan mendamaikan mereka satu sama lain; Ia akan membaharui ciptaan pertama dan di dalam ciptaan baru itu Allah akan hidup bersama manusia dalam suasana damai.

716 Dalam diri kaum miskin Bdk. misalnya Zef 2:3; Mzm 22:27; 34:3; Yes 49:13; 61:1. - orang yang rendah hati dan lemah lembut, yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada rencana Allahnya yang penuh rahasia, dan yang menantikan keadilan bukan dari manusia, melainkan dari Mesias - Roh Kudus berkarya selama masa janji-janji dalam perutusan-Nya yang tersembunyi untuk mempersiapkan kedatangan Kristus. Hati mereka yang dimurnikan dan diterangi oleh Roh, mengungkapkan diri dalam mazmur-mazmur. Dalam diri orang-orang miskin ini, Roh tengah mempersiapkan bagi Tuhan suatu "bangsa yang taat" Bdk. Luk 1:17.
Jika doa dipandang sebagai kewajiban, yang ada adalah keterpaksaan, padahal Tuhan tidak pernah memaksa.

Jika doa dipandang sebagai kebutuhan, maka kita hanya akan berdoa ketika kita butuh.

Jika doa merupakan suatu kerinduan, maka kerinduan itulah yang senantiasa akan menuntun kita untuk selalu berdoa.

--anonim, tercetak pada sebuah kalender--

~IOJC (tu scis quia amo te)~
Jika doa dipandang sebagai kewajiban, yang ada adalah keterpaksaan, padahal Tuhan tidak pernah memaksa.

Jika doa dipandang sebagai kebutuhan, maka kita hanya akan berdoa ketika kita butuh.

Jika doa merupakan suatu kerinduan, maka kerinduan itulah yang senantiasa akan menuntun kita untuk selalu berdoa.

--anonim, tercetak pada sebuah kalender--

~IOJC (tu scis quia amo te)~

Wednesday, January 9, 2013



“Allah telah menciptakanku untuk melakukan suatu pelayanan yang pasti bagi-Nya; Ia telah mempercayakan suatu pekerjaan kepadaku yang tidak ia percayakan kepada yang lain. Aku memiliki misiku sendiri – Aku mungkin tidak pernah mengetahuinya dalam hidup ini, tapi aku akan diberitahu tentang itu selanjutnya…Aku memiliki bagian dalam karya agung; Aku adalah mata rantai dalam rantai, sebuah ikatan hubungan diantara pribadi-pribadi"
 ”Penderitaan tanpa cinta adalah penderitaan atau neraka. Penderitaan dengan cinta adalah pengorbanan. Cinta tidak memiliki kekuatan untuk membunuh penderitaan atau memusnahkannya, tapi cinta memiliki kekuatan untuk mengurangi penderitaan”—Fulton Sheen, dari buku “Life is Worth Living”
“Allah tidak memanggilku untuk menjadi sukses, melainkan Ia memanggilku untuk menjadi taat” – Beata Teresa dari Calcuta
“Kenyataannya, hanya ada satu Misa, satu Liturgi Ekaristi yang abadi, dan ini terjadi di surga selamanya… Kita tidak sekedar menghadiri Misa, kita bergabung dengan semua penghuni surga dan bumi dalam merayakan Liturgi yang abadi” – Vinny Flyn, dari Buku “7 Secrets of Eucharist”