Friday, November 30, 2012

Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
(Mat 4:19-20)

Mengapa para pemuda ini (Andreas, Petrus, Yohanes dan Yakobus) sampai rela meninggalkan kehidupan mereka dan mengikuti Yesus. Nyata sekali sosok Yesus memiliki kharisma luar biasa yang mampu menggerakkan mereka, bahkan miliaran manusia hingga saat ini untuk mengikuti Dia.

Kebenaran itu bukan sesuatu tetapi Dia yakni Yesus Kristus Putra Allah yang hidup. Sosok Yesus itulah Kabar Gembira, Injil yang hidup. Apa yang Yesus katakan dan perbuat, sebagian dicatat dalam Kitab Injil. Tetapi masih banyak yang tidak tercatat seperti sikapNya, perasaanNya, tindak-tandukNya dan juga kharismaNya. Semuanya itu bagian dari diri Yesus dan merupakan juga Injil.

Sebuah ajaran Gereja, Yesus adalah Gambaran kelihatan dari Allah yang tidak kelihatan.

"Pada mulanya Allah, yang bukan badan, bukan juga rupa, tidak dapat dilukiskan sama sekali melalui gambar. Tetapi sekarang, setelah ia kelihatan dalam daging dan hidup, bersama manusia, saya dapat membuat satu gambar dari apa yang saya lihat dari Allah. Kita memandang kemuliaan Tuhan dengan wajah tak terselubung" (Yohanes dari Damaskus)

Mari kita renungkan, apa yang anda lihat dari sosok Yesus, hingga mau mengikuti Dia?

salam.
Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
(Mat 4:19-20)

Mengapa para pemuda ini (Andreas, Petrus, Yohanes dan Yakobus) sampai rela meninggalkan kehidupan mereka dan mengikuti Yesus. Nyata sekali sosok Yesus memiliki kharisma luar biasa yang mampu menggerakkan mereka, bahkan miliaran manusia hingga saat ini untuk mengikuti Dia.

Kebenaran itu bukan sesuatu tetapi Dia yakni Yesus Kristus Putra Allah yang hidup. Sosok Yesus itulah Kabar Gembira, Injil yang hidup. Apa yang Yesus katakan dan perbuat, sebagian dicatat dalam Kitab Injil. Tetapi masih banyak yang tidak tercatat seperti sikapNya, perasaanNya, tindak-tandukNya dan juga kharismaNya. Semuanya itu bagian dari diri Yesus dan merupakan juga Injil.

Sebuah ajaran Gereja, Yesus adalah Gambaran kelihatan dari Allah yang tidak kelihatan.

"Pada mulanya Allah, yang bukan badan, bukan juga rupa, tidak dapat dilukiskan sama sekali melalui gambar. Tetapi sekarang, setelah ia kelihatan dalam daging dan hidup, bersama manusia, saya dapat membuat satu gambar dari apa yang saya lihat dari Allah. Kita memandang kemuliaan Tuhan dengan wajah tak terselubung" (Yohanes dari Damaskus)

Mari kita renungkan, apa yang anda lihat dari sosok Yesus, hingga mau mengikuti Dia?

salam.

Thursday, November 29, 2012

Daripada Menghakimi, lebih baik Mendoakan...

Kesaksian dr sdri shrine cougar

Tahun 2010,papa terkena stroke ringan..ketika dirawat dirumah sakit,disamping tempat tidur papa ada seorang kakek tua sakit parah yg hanya ditemani oleh suster pribadinya. Ketika saya bertanya dimana keluarganya,suster itu bilang tidak ada yg peduli dgn kakek itu,anak2nya kaya raya tapi tidak ada yg merawatnya.

Beberapa hari kemudian,saya mendengar dokter menyuruh keluarga kakek itu agar memindahkannya ke ICU..tp anak nya menolak. Akhirnya Kakek itu meninggal dunia. Saya merasa marah,ko tega banget kepada orang tua sendiri. Saya menghakimi keluarga kakek itu didalam benak saya,bahkan menceritakan peristiwa itu kepada teman2ku.Saya juga marah dalam hati kepada keluarga kakek itu karena sehari-hari kakek itu tinggal dengan perawatnya,yg mengaku kepada saya sering memberikan obat batuk setiap hari karena kesal kakek itu cerewet. Terbayang efek samping dari pemberian obat batuk atau obat tidur itu.saya menghakimi ke

luarga tersebut,tp saya ditegur Tuhan :)

bulan desember papa terkena penyakit langka,bocornya pembuluh darah aorta,yg harus operasi dgn biaya 200juta. Kami tidak mempunyai uang sebesar itu,dan kata dokter kemungkinan berhasil 50%,bisa gagal juga. Saya sebagai anak,bimbang,sedangkan alm. mama bilang harus operasi meski harus menanggung hutang. Saya malu,ternyata saya sama seperti anak kakek itu,lebih memikirkan nilai uang. Saya berdoa minta ampun atas kesombongan saya ketika menghakimi orang lain.Singkat cerita,karena iman alm. mama, dan kebaikan Tuhan dan Bunda Maria.

Banyak keajaiban, saudara meminjamkan uang tanpa bunga dan boleh dicicil berapapun. Dan ketika papa operasi,kami berdoa rosario meminta bantuan Bunda Maria. Dan operasi berhasil. Papa bisa sehat lagi.Sungguh lewat peristiwa itu,saya tidak mau lg menghakimi dengan memandang rendah apa yg dilakukan orang,sebab setiap orang mempunyai cerita hidup yg berbeda. Daripada menghakimi lebih baik mendoakan..

Tuhan itu Maha baik,mari kita serahkan dan pasrahkan apa yg terjadi dlm hidup kita. Bunda Maria jg selalu menghibur kita, dan Malaikat pelindung selalu melindungi kita slalu.Apapun yg terjadi dihidupmu,jgn menyerah..ketika roh kudus masuk dalam hidup kita, mata kita akan terbuka dan melihat sesuatu secara positif n slalu suka cita..

Salam,Tuhan memberkati n menyertaimu..

Thursday, November 22, 2012

Sejenak untuk direnungkan:

JIKA ANAKMU ADALAH.........

MAHKOTA,,,,,maka ia adalah lambang keindahan dan kekuasaan. Akan tetapi mahkota tidak dapat berarti pada dirinya sendiri, makanya ia membutuhkan penjagaan dan perawatan dari sang pemakainya. Dan betapa indahnya jika engkau menjaganya sehingga ia akan tetap indah dipandang setiap kali terlihat mata.

MUTIARA,,,,maka ia adalah barang mahal yang sulit ditemukan. Sekali engkau memiliki mutiara maka ia akan menjadi hartamu dan memiliki nilai tukar yang tinggi. Nanum, ingatlah bahwa mutiara indah terpelihara dan dilindungi oleh kulit kerang yang keras dan tajam seakan menghindari mutiara dari kerusakan. Sesaat jika mutiara terpasang pada cicin di jarimu dan kalung di lehermu maka ia akan sedap dipandang mata.

Namun, malam ini kudatangi para sahabat dan mengatakan: "Walaupun anakmu dilambangkan seperti mahkota atau mutiara, tapi mutiara dan mahkota hanyalah benda mati yang tetap terjaga keindahannya karena perawatan sang pemiliknya. Anakmu? Ia lebih dari mutiara...Ia lebih dari sebuah mahkota. Anakmu adalah titipan Allah kepadamu. Dan, sebagai titipan ia akan diambil oleh Sang Pemilik sesungguhnya, yakni Allahnya sendiri kapan saja Ia kehendaki.

Karena itu pesanku kepadamu sebagai sahabatku: Peliharalah mereka bagaikan biji matamu. Ingatlah pesan Pemiliknya; "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, AKU tidak akan melupakan engkau." (Yes.49:15). Ya, anak adalah pemberian terindah dari Allah kepadamu sebagai orang tua.

Kuberitahu engkau saat ini: "Ada pasangan yang sedang mencari buah hati yang lahir dari rahim istri tapi sampai sekarang belum mendapatkanya. Bagaimana dengan engkau yang telah memiliki anak? Tuhan sendiri akan bertanya kepadamu tentang nasib anak-anak yang dititipkan kepadamu.


Goresan hati seorang sahabat untuk para sahabatnya,

***Duc in Altum***

Wednesday, November 21, 2012

Menuju Perayaan Ulangtahun Keuskupan Keningau Ke-20 2013


Injil Luk 19: 41-44

Kadang banyak orang terutama mereka yang mencintai kita dengan tulus meneteskan air mata dan bersujud mendoakan kita yang keras hati dan tidak mau bertobat sementara kita sendiri terlena dengan salah dan dosa kita. Untuk yang satu ini pun Yesus sedang meratapi nasib kita seperti Ia menangisi nasib kota suci Yerusalem. Mengapa? Karena Yesus sangat merindukan saatnya engkau datang dan tinggal bersama-Nya dalam Kerajaan Allah. Akan tetapi, bagaimana kerinduan-Nya ini bisa terwujud jika Anda sendiri tidak mau bertobat?

Pagi ini, kudatangi engkau dan membisikkan kepadamu: Kawan, sadarlah bahwa keselamatanmu kelak sangat penting. Tangisilah dirimu....berubah dan bertobatlah karena sesungguhnya waktu hidupmu terhitung mundur mulai saat ini.

Ingatlah bahwa setiap hari Ia mendatangimu baik lewat Sabda maupun Santapan Tubuh dan Darah-Nya hanya untuk mengatakan kepadamu bahwa Ia sungguh-sungguh rindu untuk besamamu selamanya. Hanya pertobatanlah yang membawamu kepada-Nya.

Salam dan doa seorang sahabat untuk para sahabatnya,

***Duc in Altum***
Fratres,
Mengenai KEJUJURAN, ada suatu cerita tentang seorang anak laki-laki mengetuk pintu rumah seorang ibu dan bertanya apakah ibu itu mau membeli buah arbei yang baru di petiknya.

“Ya,” jawab ibu itu, “saya akan mengambil ember di dapur dan mengambil dua perempat.”

Anak laki-laki itu berdiri di luar dan bermain-main dengan seekor anjing.

“Mengapa kamu tidak masuk dan melihat apakah saya mengambil buah arbeimu dengan tepat ukurannya?”

“Saya tidak takut,” jawab anak laki-laki itu, “Karena ibu akan mendapatkan yang terburuk darinya.”

“Apa maksudmu?” Tanya ibu itu.

“Karena, bu,” jawab anak itu, “saya hanya akan kehilangan buah arbei; tapi ibu akan menjadikan diri ibu sendiri seorang pencuri.”

~Dr. Purnell Bailey (Capper’s Weekly)
---

*"Amicus certus in re incerta cernitur."--"Seorang kawan sejati dapat dikenali pada saat yang penuh ketidakpastian."

[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada Keselamatan. De Imitatione Christi, II, 2, 2]
* Kalimat ini ditulis oleh Cicero
Fratres,
Mengenai KEJUJURAN, ada suatu cerita tentang seorang anak laki-laki mengetuk pintu rumah seorang ibu dan bertanya apakah ibu itu mau membeli buah arbei yang baru di petiknya. 

“Ya,” jawab ibu itu, “saya akan mengambil ember di dapur dan mengambil dua perempat.”

Anak laki-laki itu berdiri di luar dan bermain-main dengan seekor anjing. 

“Mengapa kamu tidak masuk dan melihat apakah saya mengambil buah arbeimu dengan tepat ukurannya?”

“Saya tidak takut,” jawab anak laki-laki itu, “Karena ibu akan mendapatkan yang terburuk darinya.”

“Apa maksudmu?” Tanya ibu itu.

“Karena, bu,” jawab anak itu, “saya hanya akan kehilangan buah arbei; tapi ibu akan menjadikan diri ibu sendiri seorang pencuri.” 

~Dr. Purnell Bailey (Capper’s Weekly)
---

*"Amicus certus in re incerta cernitur."--"Seorang kawan sejati dapat dikenali pada saat yang penuh ketidakpastian."

[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada Keselamatan. De Imitatione Christi, II, 2, 2]
* Kalimat ini ditulis oleh Cicero
Fratres,
mengenai MELEPASKAN TANGGUNG JAWAB.
Ini adalah cerita tentang empat orang. Masing-masing mereka bernama:

> Setiap Orang,
> Seseorang,
> Siapa Saja, dan
> Tak Seorangpun.

Ada satu pekerjaan penting yang harus dikerjakan.

Setiap Orang merasa yakin bahwa Seseorang akan mengerjakannya.

Siapa Saja seharusnya mengerjakannya, tapi Tak Seorangpun yang melakukannya.

Seseorang menjadi marah dengan kejadian ini, karena pekerjaan itu adalah pekerjaan Setiap Orang.

Setiap Orang berpendapat bawa Siapa saja bisa melakukannya, tapi Tak Seorangpun tahu bahwa Setiap Orang tidak akan melakukannya.

Akhirnya, Setiap Orang mempersalahkan Seseorang ketika Tak Seorangpun melakukan hal yang seharusnya bisa dilakukan oleh Siapa Saja. ~Quote.
---

"Non nobis solum nati sumus."--"Kita tidak dilahirkan untuk diri kita sendiri saja."

[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada Keselamatan. De Imitatione Christi, II, 2, 2]
Fratres,
mengenai MELEPASKAN TANGGUNG JAWAB.
Ini adalah cerita tentang empat orang. Masing-masing mereka bernama: 

> Setiap Orang, 
> Seseorang, 
> Siapa Saja, dan 
> Tak Seorangpun. 

Ada satu pekerjaan penting yang harus dikerjakan. 

Setiap Orang merasa yakin bahwa Seseorang akan mengerjakannya.

Siapa Saja seharusnya mengerjakannya, tapi Tak Seorangpun yang melakukannya. 

Seseorang menjadi marah dengan kejadian ini, karena pekerjaan itu adalah pekerjaan Setiap Orang. 

Setiap Orang berpendapat bawa Siapa saja bisa melakukannya, tapi Tak Seorangpun tahu bahwa Setiap Orang tidak akan melakukannya. 

Akhirnya, Setiap Orang mempersalahkan Seseorang ketika Tak Seorangpun melakukan hal yang seharusnya bisa dilakukan oleh Siapa Saja. ~Quote.
---

"Non nobis solum nati sumus."--"Kita tidak dilahirkan untuk diri kita sendiri saja."

[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada Keselamatan. De Imitatione Christi, II, 2, 2]