Wednesday, November 21, 2012
Injil Luk 19: 41-44
Kadang banyak orang terutama mereka yang mencintai kita dengan tulus
meneteskan air mata dan bersujud mendoakan kita yang keras hati dan
tidak mau bertobat sementara kita sendiri terlena dengan salah dan dosa
kita. Untuk yang satu ini pun Yesus sedang meratapi nasib kita seperti
Ia menangisi nasib kota suci Yerusalem. Mengapa? Karena Yesus sangat
merindukan saatnya engkau datang dan tinggal bersama-Nya dalam Kerajaan
Allah. Akan tetapi, bagaimana kerinduan-Nya ini bisa terwujud jika Anda
sendiri tidak mau bertobat?
Pagi
ini, kudatangi engkau dan membisikkan kepadamu: Kawan, sadarlah bahwa
keselamatanmu kelak sangat penting. Tangisilah dirimu....berubah dan
bertobatlah karena sesungguhnya waktu hidupmu terhitung mundur mulai
saat ini.
Ingatlah bahwa setiap hari Ia mendatangimu baik lewat
Sabda maupun Santapan Tubuh dan Darah-Nya hanya untuk mengatakan
kepadamu bahwa Ia sungguh-sungguh rindu untuk besamamu selamanya. Hanya
pertobatanlah yang membawamu kepada-Nya.
Salam dan doa seorang sahabat untuk para sahabatnya,
***Duc in Altum***
Injil Luk 19: 41-44
Kadang banyak orang terutama mereka yang mencintai kita dengan tulus meneteskan air mata dan bersujud mendoakan kita yang keras hati dan tidak mau bertobat sementara kita sendiri terlena dengan salah dan dosa kita. Untuk yang satu ini pun Yesus sedang meratapi nasib kita seperti Ia menangisi nasib kota suci Yerusalem. Mengapa? Karena Yesus sangat merindukan saatnya engkau datang dan tinggal bersama-Nya dalam Kerajaan Allah. Akan tetapi, bagaimana kerinduan-Nya ini bisa terwujud jika Anda sendiri tidak mau bertobat?
Pagi ini, kudatangi engkau dan membisikkan kepadamu: Kawan, sadarlah bahwa keselamatanmu kelak sangat penting. Tangisilah dirimu....berubah dan bertobatlah karena sesungguhnya waktu hidupmu terhitung mundur mulai saat ini.
Ingatlah bahwa setiap hari Ia mendatangimu baik lewat Sabda maupun Santapan Tubuh dan Darah-Nya hanya untuk mengatakan kepadamu bahwa Ia sungguh-sungguh rindu untuk besamamu selamanya. Hanya pertobatanlah yang membawamu kepada-Nya.
Salam dan doa seorang sahabat untuk para sahabatnya,
***Duc in Altum***
Kadang banyak orang terutama mereka yang mencintai kita dengan tulus meneteskan air mata dan bersujud mendoakan kita yang keras hati dan tidak mau bertobat sementara kita sendiri terlena dengan salah dan dosa kita. Untuk yang satu ini pun Yesus sedang meratapi nasib kita seperti Ia menangisi nasib kota suci Yerusalem. Mengapa? Karena Yesus sangat merindukan saatnya engkau datang dan tinggal bersama-Nya dalam Kerajaan Allah. Akan tetapi, bagaimana kerinduan-Nya ini bisa terwujud jika Anda sendiri tidak mau bertobat?
Pagi ini, kudatangi engkau dan membisikkan kepadamu: Kawan, sadarlah bahwa keselamatanmu kelak sangat penting. Tangisilah dirimu....berubah dan bertobatlah karena sesungguhnya waktu hidupmu terhitung mundur mulai saat ini.
Ingatlah bahwa setiap hari Ia mendatangimu baik lewat Sabda maupun Santapan Tubuh dan Darah-Nya hanya untuk mengatakan kepadamu bahwa Ia sungguh-sungguh rindu untuk besamamu selamanya. Hanya pertobatanlah yang membawamu kepada-Nya.
Salam dan doa seorang sahabat untuk para sahabatnya,
***Duc in Altum***
Fratres,
Mengenai KEJUJURAN, ada suatu cerita tentang seorang anak laki-laki
mengetuk pintu rumah seorang ibu dan bertanya apakah ibu itu mau membeli
buah arbei yang baru di petiknya.
“Ya,” jawab ibu itu, “saya akan mengambil ember di dapur dan mengambil dua perempat.”
Anak laki-laki itu berdiri di luar dan bermain-main dengan seekor anjing.
“Mengapa kamu tidak masuk dan melihat apakah saya mengambil buah arbeimu dengan tepat ukurannya?”
“Saya tidak takut,” jawab anak laki-laki itu, “Karena ibu akan mendapatkan yang terburuk darinya.”
“Apa maksudmu?” Tanya ibu itu.
“Karena, bu,” jawab anak itu, “saya hanya akan kehilangan buah arbei;
tapi ibu akan menjadikan diri ibu sendiri seorang pencuri.”
~Dr. Purnell Bailey (Capper’s Weekly)
---
*"Amicus certus in re incerta cernitur."--"Seorang kawan sejati dapat dikenali pada saat yang penuh ketidakpastian."
[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada Keselamatan. De Imitatione Christi, II, 2, 2]
* Kalimat ini ditulis oleh Cicero
Fratres,
Mengenai KEJUJURAN, ada suatu cerita tentang seorang anak laki-laki mengetuk pintu rumah seorang ibu dan bertanya apakah ibu itu mau membeli buah arbei yang baru di petiknya.
“Ya,” jawab ibu itu, “saya akan mengambil ember di dapur dan mengambil dua perempat.”
Mengenai KEJUJURAN, ada suatu cerita tentang seorang anak laki-laki mengetuk pintu rumah seorang ibu dan bertanya apakah ibu itu mau membeli buah arbei yang baru di petiknya.
“Ya,” jawab ibu itu, “saya akan mengambil ember di dapur dan mengambil dua perempat.”
Anak laki-laki itu berdiri di luar dan bermain-main dengan seekor anjing.
“Mengapa kamu tidak masuk dan melihat apakah saya mengambil buah arbeimu dengan tepat ukurannya?”
“Saya tidak takut,” jawab anak laki-laki itu, “Karena ibu akan mendapatkan yang terburuk darinya.”
“Apa maksudmu?” Tanya ibu itu.
“Karena, bu,” jawab anak itu, “saya hanya akan kehilangan buah arbei; tapi ibu akan menjadikan diri ibu sendiri seorang pencuri.”
~Dr. Purnell Bailey (Capper’s Weekly)
---
*"Amicus certus in re incerta cernitur."--"Seorang kawan sejati dapat dikenali pada saat yang penuh ketidakpastian."
[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada Keselamatan. De Imitatione Christi, II, 2, 2]
* Kalimat ini ditulis oleh Cicero
“Mengapa kamu tidak masuk dan melihat apakah saya mengambil buah arbeimu dengan tepat ukurannya?”
“Saya tidak takut,” jawab anak laki-laki itu, “Karena ibu akan mendapatkan yang terburuk darinya.”
“Apa maksudmu?” Tanya ibu itu.
“Karena, bu,” jawab anak itu, “saya hanya akan kehilangan buah arbei; tapi ibu akan menjadikan diri ibu sendiri seorang pencuri.”
~Dr. Purnell Bailey (Capper’s Weekly)
---
*"Amicus certus in re incerta cernitur."--"Seorang kawan sejati dapat dikenali pada saat yang penuh ketidakpastian."
[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada Keselamatan. De Imitatione Christi, II, 2, 2]
* Kalimat ini ditulis oleh Cicero
Fratres,
mengenai MELEPASKAN TANGGUNG JAWAB.
Ini adalah cerita tentang empat orang. Masing-masing mereka bernama:
> Setiap Orang,
> Seseorang,
> Siapa Saja, dan
> Tak Seorangpun.
Ada satu pekerjaan penting yang harus dikerjakan.
Setiap Orang merasa yakin bahwa Seseorang akan mengerjakannya.
Siapa Saja seharusnya mengerjakannya, tapi Tak Seorangpun yang melakukannya.
Seseorang menjadi marah dengan kejadian ini, karena pekerjaan itu adalah pekerjaan Setiap Orang.
Setiap Orang berpendapat bawa Siapa saja bisa melakukannya, tapi Tak
Seorangpun tahu bahwa Setiap Orang tidak akan melakukannya.
Akhirnya, Setiap Orang mempersalahkan Seseorang ketika Tak Seorangpun
melakukan hal yang seharusnya bisa dilakukan oleh Siapa Saja. ~Quote.
---
"Non nobis solum nati sumus."--"Kita tidak dilahirkan untuk diri kita sendiri saja."
[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada Keselamatan. De Imitatione Christi, II, 2, 2]
Fratres,
mengenai MELEPASKAN TANGGUNG JAWAB.
Ini adalah cerita tentang empat orang. Masing-masing mereka bernama:
> Setiap Orang,
mengenai MELEPASKAN TANGGUNG JAWAB.
Ini adalah cerita tentang empat orang. Masing-masing mereka bernama:
> Setiap Orang,
> Seseorang,
> Siapa Saja, dan
> Tak Seorangpun.
Ada satu pekerjaan penting yang harus dikerjakan.
Setiap Orang merasa yakin bahwa Seseorang akan mengerjakannya.
Siapa Saja seharusnya mengerjakannya, tapi Tak Seorangpun yang melakukannya.
Seseorang menjadi marah dengan kejadian ini, karena pekerjaan itu adalah pekerjaan Setiap Orang.
Setiap Orang berpendapat bawa Siapa saja bisa melakukannya, tapi Tak Seorangpun tahu bahwa Setiap Orang tidak akan melakukannya.
Akhirnya, Setiap Orang mempersalahkan Seseorang ketika Tak Seorangpun melakukan hal yang seharusnya bisa dilakukan oleh Siapa Saja. ~Quote.
---
"Non nobis solum nati sumus."--"Kita tidak dilahirkan untuk diri kita sendiri saja."
[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada Keselamatan. De Imitatione Christi, II, 2, 2]
> Siapa Saja, dan
> Tak Seorangpun.
Ada satu pekerjaan penting yang harus dikerjakan.
Setiap Orang merasa yakin bahwa Seseorang akan mengerjakannya.
Siapa Saja seharusnya mengerjakannya, tapi Tak Seorangpun yang melakukannya.
Seseorang menjadi marah dengan kejadian ini, karena pekerjaan itu adalah pekerjaan Setiap Orang.
Setiap Orang berpendapat bawa Siapa saja bisa melakukannya, tapi Tak Seorangpun tahu bahwa Setiap Orang tidak akan melakukannya.
Akhirnya, Setiap Orang mempersalahkan Seseorang ketika Tak Seorangpun melakukan hal yang seharusnya bisa dilakukan oleh Siapa Saja. ~Quote.
---
"Non nobis solum nati sumus."--"Kita tidak dilahirkan untuk diri kita sendiri saja."
[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada Keselamatan. De Imitatione Christi, II, 2, 2]
Tuesday, November 20, 2012
Fratres,
Engkau tidak tahu bagaimana cara berdoa yang baik?
Tempatkan dirimu di hadirat Tuhan, lalu segera setelah engkau berkata,
“Tuhan, aku tak tahu bagaimana harus berdoa!”, yakinlah bahwa dengan
demikian engkau sudah mulai berdoa.
---
*“ Nil sine numini.”—“Tak ada yang dapat terjadi tanpa ijin atau perkenan dari yang Ilahi.”
[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada keselamatan. ~Thomas A Kempis, 'De Imitatione Christi', II, 2, 2]
*“ Nil sine numini.”—“Tak ada yang dapat terjadi tanpa ijin atau perkenan dari yang Ilahi.”
[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada keselamatan. ~Thomas A Kempis, 'De Imitatione Christi', II, 2, 2]
Tuesday, November 13, 2012
KISAH NYATA : PERJUANGAN SEORANG AYAH
KISAH NYATA : PERJUANGAN SEORANG AYAH
Hati siapa yang tidak tersentuh melihat seorang pria menarik becak di siang hari yang panas sambil menggendong bayi? Hal ini benar-benar terjadi di India. Pria ini mengasuh bayinya karena sang istri meninggal setelah melahirkan dan tidak ada yang bersedia merawat sang bayi.
Dilansir Dailymail, nama pria ini adalah Bablu Jatav, 38 tahun. Dia dikaruniai seorang bayi perempuan yang diberi nama Damini setelah menikah selama 15 tahun dengan istrinya, Shanti. Pak Bablu mengatakan bahwa dia sangat senang diberkati seorang putri, tetapi dia menyimpan kesedihan mendalam karena sang istri meninggal sesaat setelah melahirkan.
"Shanti meninggal tidak lama setelah melahirkan di rumah sakit pada tanggal 20 September," ujar pak Bablu. "Sejak saat itu, belum ada seorang pun yang mau merawat putri saya, sehingga saya yang merawatnya, bahkan pada saat saya menarik becak," lanjutnya.
Pekerjaan pak Bablu sehari-hari adalah penarik becak di kota Bharatpur. Dia tidak memiliki saudara yang bisa merawat bayinya, sehingga jalan satu-satunya adalah merawat sang putri sambil bekerja. Pak Bablu menggendong bayinya dengan kain yang dililitkan di leher. Hal ini terpaksa dia lakukan, bahkan di tengah hari yang sangat panas.
Kondisi ini memang memprihatinkan, terutama bagi Damini yang masih sangat kecil. Panasnya matahari dan kondisi jalanan membuatnya harus dilarikan di rumah sakit Jaipur beberapa waktu yang lalu. Sang bayi mengalami septikemia, anemia dan dehidrasi akut. Untungnya, kondisi sang bayi membaik setelah dirawat.
Saudara terkasih dalam Kritus, untuk anak- anak kita yang manis dan cantik, janganlah remehkan cinta seorang ayah. Sudahkah Anda berterima kasih pada beliau?Jika belum lakukanlah karena selain malaikat itu adalah ibu, ayah adalah salah satu malaikat penjagamu.
Selamat Pagi, Berkah Dalem
Hati siapa yang tidak tersentuh melihat seorang pria menarik becak di siang hari yang panas sambil menggendong bayi? Hal ini benar-benar terjadi di India. Pria ini mengasuh bayinya karena sang istri meninggal setelah melahirkan dan tidak ada yang bersedia merawat sang bayi.
Dilansir Dailymail, nama pria ini adalah Bablu Jatav, 38 tahun. Dia dikaruniai seorang bayi perempuan yang diberi nama Damini setelah menikah selama 15 tahun dengan istrinya, Shanti. Pak Bablu mengatakan bahwa dia sangat senang diberkati seorang putri, tetapi dia menyimpan kesedihan mendalam karena sang istri meninggal sesaat setelah melahirkan.
"Shanti meninggal tidak lama setelah melahirkan di rumah sakit pada tanggal 20 September," ujar pak Bablu. "Sejak saat itu, belum ada seorang pun yang mau merawat putri saya, sehingga saya yang merawatnya, bahkan pada saat saya menarik becak," lanjutnya.
Pekerjaan pak Bablu sehari-hari adalah penarik becak di kota Bharatpur. Dia tidak memiliki saudara yang bisa merawat bayinya, sehingga jalan satu-satunya adalah merawat sang putri sambil bekerja. Pak Bablu menggendong bayinya dengan kain yang dililitkan di leher. Hal ini terpaksa dia lakukan, bahkan di tengah hari yang sangat panas.
Kondisi ini memang memprihatinkan, terutama bagi Damini yang masih sangat kecil. Panasnya matahari dan kondisi jalanan membuatnya harus dilarikan di rumah sakit Jaipur beberapa waktu yang lalu. Sang bayi mengalami septikemia, anemia dan dehidrasi akut. Untungnya, kondisi sang bayi membaik setelah dirawat.
Saudara terkasih dalam Kritus, untuk anak- anak kita yang manis dan cantik, janganlah remehkan cinta seorang ayah. Sudahkah Anda berterima kasih pada beliau?Jika belum lakukanlah karena selain malaikat itu adalah ibu, ayah adalah salah satu malaikat penjagamu.
Selamat Pagi, Berkah Dalem
Subscribe to:
Posts (Atom)
