Banyak orang Katolik yang sering merasa tak pandai dalam merangkai kata
memanjatkan doa yang BAGUS [DAN BENAR secara teologis!). Saya dan kamu
mungkin termasuk salah satunya.
Itu sebabnya ada yang lebih
suka pakai rumusan doa resmi atau rumusan doa tradisional yang sudah
berusia puluhan, bahkan ratusan tahun dipakai oleh Gereja Universal.
Berikut ini adalah doa makan tradisional, yang dipakai Gereja Katolik
dari ujung utara Amerika sampai ujung selatan Afrika; dari Istana
Kepausan di Vatikan sampai ke biara-biara kuno di Eropa dan rumah-rumah
umat awam.
Doa-doa ini dikutip dari terjemahkan dari buku' Preces Selectae (Doa-Doa Terpilih) terbitan Vatikan.
Aslinya tentu, SEPERTI SELALU dalam Bahasa Latin yang turut disertakan
juga di bawah ini, buat mereka2 yang tertarik dan mau belajar.
Kita mulai SEPERTI SELALU dengan membuat tanda salib:
Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus. Amen
-------------------
SEBELUM MAKAN
-------------------
~ "Berkatilah, Ya Tuhan, kami dan pemberian-pemberian-Mu ini,
yang akan kami sambut dari kelimpahan-Mu.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami." (Amen.)
~ Sebelum makan siang:
"Semoga Raja kemuliaan kekal menjadikan kita peserta perjamuan surgawi." (Amen.)
~ Sebelum makan malam:
Semoga Raja kemuliaan kekal membimbing kita ke perjamuan hidup abadi." (Amen.)
--------------------------------------------------------------
ANTE MENSAM (= SEBELUM MAKAN)
--------------------------------------------
Bénedic, Dómine, nos, et haec tua dona,
quae de tua largitáte sumus sumptúri.
Per Christum Dóminum nostrum. (Amen.)
~ Ante prandium:
Mensae caeléstis partícipes fáciat nos Rex aetérnae glóriae. (Amen.)
~ Ante cenam:
Ad cenam vitae aetérnae perdúcat nos Rex aetérnae glóriae. (Amen.)
---------------------------
DOA SESUDAH MAKAN
---------------------------
"Kami mengucap syukur kepada-Mu, Allah Yang Mahakuasa,
atas segala anugerah-Mu:
Engkau yang hidup dan meraja sepanjang segala abad." (Amen.)
Semoga Allah memberi kita damai-Nya.
Dan hidup kekal. (Amen.)
~ POST MENSAM (= DOA SESUDAH MAKAN)
-----------------------------------------------------
Agimus tibi grátias, Omnípotens Deus,
pro univérsis benefíciis tuis:
Qui vivis et regnas in sáecula saeculórum. (Amen.)
Deus det nobis suam pacem.
Et vitam aetérnam. (Amen.)
-----------------------------------------------------
Bagus dan menarik, ya? Singkat dan mantap.
Lagipula, siapa yang bilang doa makan itu harus panjang dan bertele-tele?
"Nulla est medicina sine lingua Latina!"--"Tak ada ilmu kedokteran tanpa bahasa Latin."
[+In Cruce Salus, Pada Salib Ada Keselamatan. ~Thomas A Kempis, 'De Imitatione Christi, II, 2, 2]
*Credit to Albert Wibisono dan re-post dari Blog Tradisi Katolik pada tautan <
http://www.tradisikatolik.blogspot.com/ >
PS.
Keterangan gambar:
Sto Benedictus dari [kota kecil] Norcia di Italia, pelindung benua
Eropa yang namanya secara sengaja dipilih oleh +Joseph Kardinal
Ratzinger (kini Paus Benediktus XVI yang kita kasihi), sedang siap
bersantap bersama para biarawan.